berita2.com (Cianjur): Meski Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Cianjur belum menetapkan pasangan calon bupati/wakil bupati dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Kabupaten Cianjur yang akan dilaksanakan pada 10 Januaro 2011 mendatang, namun sejumlah pasangan bakal calon telah berlomba untuk mencari dukungan dan simpati masyarakat. Merekapun harus meluangkan waktu untuk terjun langsung ke masyarakat untuk menarik simpati dan dukungan masyarakat.
Melihat kondisi tersebut, Kelompok Usaha Bersama Untuk Sejahtera (Kubus) yang pernah mengharumkan nama Kabupaten Cianjur dikancah nasional dalam bidang pemberdayaan masyarakat memilih untuk bersikap netral dalam pelaksanaan Pemilukada di Kabupaten Cianjur. "Kita lebih memilih netral daripada mendukung salah satu pasangan calon," kata Ketua Kubus, Wawan Kusmiran melalui Humas bidang Politik dan Hukum, Bisri Mustofa, S.H., Rabu (29/9/2010).
Selama ini Kubus masih dianggap sebelah mata, namun begitu berkat kerja keras jajaran pengurus dan dukungan masyarakat bisa memberikan kontribusi terhadap pembangunan di Cianjur, barulah mulai dilirik. "Jujur selama ini peran serta Pemkab Cianjur dalam mendukung program Kubus masih relatif minim, namun kita tetap optimis, berkat kerja keras dan dukungan masyarakat Kubus bisa memberikan kontribusi dalam pembangunan di Cianjur," katanya.
Pihaknya mengakui, menghadapai perhelatan akbar pesta demokrasi lima tahunan di Kabupaten Cianjur saat ini, kubus mulai dilirik oleh para calon kandidat bupati/wakil bupati Cianjur. Kondisi tersebut mengingat Kubus yang memiliki sekitar 2.700 kelompok yang tersebar di 17 wilayah kecamatan di Kabupaten Cianjur dinilai memiliki potensi besar untuk mendulang suara.
"Kita akui, ada beberapa kandidat bakal calon bupati yang sudah merapat yang intinya minta dukungan dengan menyampaikan visi dan misinya. Sejauh ini kita masih lebih memilih bersikap netral dari pada menentukan dukungan terhadap salah satu bakal calon bupati," tegasnya.
Hanya saja, meski bersikap netral pihaknya tetap memiliki kreteria bakal calon pemimpin Cianjur kedepan harus berpihak kepada kepentingan rakyat. Bukan pemimpin yang suka mengobral janji, tapi tidak pernah ditepati. "Mungkin saja janji itu merupakan salah satu senjata bagi calon bupati, tapi kita tidak mau mendukung pemimpin yang suka berjanji, tapi tidak pernah ditepati. Karena Kubus juga pernah termakan oleh korban janji yang hingga kini belum ditepati," kata Bisri tanpa menyebut janji yang dimaksud.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya