berita2.com (Cianjur): Teka-teki siapa yang akan diusung oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Cinjur akhirnya terjawab sudah. Pada hari terakhir pengembalian berkas formulir pencalonan bupati dan wakil bupati dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Kabupaten Cianjur 2011-2016, Minggu (19/9/2010), ternyata DPC Partai Demokrat Cianjur lebih memilih untuk mengusung pasangan Drs. H. Tjetjep Muchtar Soleh, M.M. sebagi Bakal Calon Bupati dan dr.H. Suranto, M.M. sebagai Bakal Calon Wakil Bupati.
Sebelumnya terseiar kabar bahwa langkah Tjetjep yang saat ini juga masih menjabat sebagai Bupati Cianjur tersebut mendapat ganjalan dari bebeapa kandidat lainya yang ikut dalam penjaringan Partai Demokrat. Sejumlah nama seperti Seta Budi Kansil, H. Dudun Abdullah dan Hidayat Makbul disebut-sebut sebagai saingan utamanya. Namun dengan didaftarkanya secara resmi ke Komisi Pemlihan Umum (KPU) Cianjur oleh DPC Partai Demokrat pasangan Tjetjep Muchtar Soleh/Suranto secara resmi menjadi pemenangnya dalam ajang penjaringan di Partai Demokrat.
Tjetjep yang berpasangan dengan Suranto yang juga Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Cianjur datang sekitar pukul 13 .00 WIB. Sebelum tiba di KPU, layaknya seperti pengantin, rombongan Tjetjep diiringi dayang serta lengser. Selain itu, tukang beca juga menjajap pasangan yang disebut (Cerdas), ini atau Tjetjep Muchtar Soleh dan Suranto.
Tjetjep Muhtar Soleh memaparkan, kedatangan dirinya dalam rangka mendaftar sebagai calon bupati cianjur, bersama calon wakil bupati cianjur, Suranto. Sedangkan dirinya berangkat dari perahu Partai Demokrat, dan PBB serta partai non parlemen yakni PAN dan PPRN.
"Sejak hari ini, saya bersama Suranto, mendaftar ke KPU sebagai calon bupati dan wakil bupati, dengan maksud melanjutkan program yang sudah dilaksanakan agar terealisasi sesuai yang diharapkan," ujar Tjetjep.
Pada hari yang sama juga turut mendaftarkan diri pasangan Dadang Sufianto/RK. Dadan. Dadang yang saat ini masih menjabat Wakil Bupati Cianjur itu terpaksa "cerai" dengan pasangannya lantaran berbeda prinsip. Pasangan yang mengusung slogan Dangdan (Dadang/Dadan) tersebut diusung oleh partai koalisi, masing-masing PKS, Hanura, Gerindra, PKPB dan sejumlah partai nor parlemen.
"Saya datang ke KPU niatan saya satu, yaitu ingin Cianjur lebih baik lagi,” katanya.
Ketua KPU Cianjur, Unang Margana secar aterpisah memaparkan, sesuai tahapan, pendaftaran calon bupati dan wakil bupati hingga Minggu (19/9), merupakan yang terakhir. Sedangkan batas waktu pendaftaran sendiri sampai pukul 24.00 WIB dinihari. Unang menegaskan, hingga pukul 14.00 WIB, sedikitnya enam pasangan calon bupati dan wakil bupati cianjur sudah mendaftar ke KPU. Dari jumlah itu, tiga orang dari jalur independan dan tiga orang dari jalur partai politik.
Keenam pasangan itu, masing-masing Mardiyano-Rusli Hartono (Marilih), Rudi Yakub,Mega (Ridho), dan Hidayat Atori, Suherlan (Hidayah), ketiganya jalur independen. Sementara jalur politik, Maskana Sumitra dan Ade Sanusi (Maksad), Dadang Sufianto dan RK Dadan (Dangdan), dan Tjetjep Muchtar Soleh dan Suranto (Cerdas).
"Meski sudah enam pasangan yang mendaftar, tetapi tidak tertutup kemungkinan ada pendaftar lain, karena masih ada waktu sampai pukul 12 malam nanti," paparnya.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya