berita2.com (Subang): Jalan Tanggul Situ Citapen, Kecamatan Purwadadi, Kab Subang, Jawa Barat, yang menghubungkan 3 kecamatan, yakni antar Kecamatan Purwadadi menuju ke Cikaum dan Pagaden barat, ambles. Hingga akses ke kecamatan tersebut untuk sementara putus.
Berdasarkan pantauan, Jalan Tanggul yang jebol terletak diantara jembatan dan jalan terdapat lubang yang menganga sejauh 4 meter dengan lebar sekitar 6 meter. Untuk sementara hanya pejalan kaki saja yang bisa melalui jalan tersebut, hal ini karena warga setempat memasang jembatan sementara yang terbuat dari potongan kayu.
Camat Purwadadi, Rahmat Effendi membenarkan dengan adanya kejadian ini. Menurutnya, sebelum putus, jembatan dan sebagian ruas jalan yang berada di sisi jembatan tersebut sudah bolong-bolong, hal ini karena bantalan jalan sudah terkena erosi akibat air dari situ masuk ke bawah tanggul.
“Jalan ini berfungsi ganda, selain sebagai akses transportasi, juga sebagai tanggul penahan air situ Citapen, namun karena sudah rapuh, hingga mengakibatkan air masuk ke tanggul dan membawa tanah yang ada dibawah jalan. Imbasnya aspal yang ada diatas tanah menjadi jebol,beruntung tidak mengakibatkan korban jiwa”, ujar Rahmat kepada Wartawan.
Ketua komisi C DPRD Kabupaten Subang, H.Bambang Ermayana meminta Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Jawa Barat dan Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWSC) untuk mengevaluasi seluruh situ-situ dan bendungan serta tanggul yang ada di wilayah kerjanya.Selain kondisi situ yang harus diselamatkan juga tidak sedikit diperlukan rehabilitasi bangunan tanggulnya.
“Kita sudah koordinasi dengan berbagai dinas terkait dan bila perlu kita akan langsung mengundang BBWSC untuk membicarakan persoalan situ di Subang, tidak hanya terkait amblasnya jalan akibat kebocoran tanggul Situ Citapen, “kata H.Bambang Ermayana saat meninjau langsung ke Situ Cipaten, Purwadadi,Subang bersama Kepala Perum Jasa Tirta II Divisi III Subang, Heri Martono serta Camat Purwadadi, Rahmat Effendi, Jumat (17/9).
Ia mengatakan, kondisi situ yang ada di Subang berjumlah 250 situ, ditambah tanggul sungai hampir 60%nya memprihatinkan karena kurang terpelihara sehingga terjadi pendangkalan dan kerusakan tanggulnya.
“Kita tidak ingin menyalahkan siapapun tetapi bila kenyataannya dilapangan demikian berarti ada yang kurang serius dalam penanganannya, “kata Bambang. Namun dengan cepat tanggapnya Perum Otorita Jatiluhur menangani amblasnya jalan tanggul Situ Citapen dirinya angkat topi dan tinggal nanti dari Bina Marga sendiri untuk membereskan jalan bila sudah tuntas pengerjaannya.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya