berita2.com(Subang): Kecelakaan maut mewarnai arus mudik dan balik di jalur tengah dan Selatan Subang. Sebanyak 12 orang pemudik tewas dan 10 lainnya menderita luka ringan dan luka berat akibat kecelakaan lalu lintas yang terjadi di beberapa lokasi di Kabupaten Subang.
H-1 lebaran, di jalur tengah Purwakarta-Subang, terjadi kecelakaan lalu lintas, hingga mengakibatkan tujuh orang tewas. Travel minibus PO. Ilung Pratama nopol B 8163 LP tujuan Kebumen, Jawa Tengah menabrak bus Warga Baru B 7940 FB trayek Subang-Jakarta di kawasan kebun karet kampung Situbiuk, Desa Kalijati Barat Kecamatan Kalijati, Kamis (9/9) pukul 04.30 WIB.
Akibat kecelakaan maut tersebut, empat orang pemudik tewas di tempat kejadian, masing-masing Joko Prianto (35), sopir travel, warga Kebumen, Rahmat Hadi (27), warga Lubang Buaya, Jakarta Timur; Yulinda (30) asal Ciputat, Jakarta dan Yussim Suroso (25), Yuda Setiawan (25),warga Kebumen, Jawa Tengah. Sedangkan yang meninggal di perjalanan,yaitu Kasim (45), Nasirun (48), Kasiem (35), warga Kebumen, Jawa Tengah.
Tidak hanya menelan korban jiwa, peristiwa ini juga membuat 10 penumpang travel termasuk bus mengalami luka berat dan ringan. Di antaranya Erin (45), Dede Permana (10), dan Deni Setiawan (18), warga Babakan Curug, Cisalak, Subang. Juga Ny. Wulan (29), Rasman (25),Alfin (9), Sekti (9), Saidi (29), Sugoanto (40), Saeful (25), dan Rizqi (9) dari Kebumen, Jawa Tengah.
Keterangan yang berhasil dihimpun menyebutkan, peristiwa yang menelan korban jiwa tersebut diduga karena sopir minibus Ilung Pratama, Joko,mengantuk. Minibus yang datang dari arah Sadang, Purwakarta dengan kecepatan tinggi, namun di daerah kampong Situ biuk, Desa Kalijati Barat, usai menanjak, kendaraan oleng ke kiri hingga masuk ke bahu jalan. Sopir lalu banting setir ke arah kanan dan nyelonong masuk lajur kanan.
Dalam waktu bersamaan dari arah Subang, datang bus Warga Baru yang dikemudikan Sutisna. Tabrakan maut pun tak terhindarkan dan mini bus pun terhenti dalam keadaan terguling.
Sementara Kecelakaan H-1 terjadi didaerah Cipunagara, Kamis (9/9) pukul 22.00 Wib, satu keluarga yang terdiri dari tiga orang, tewas saat mobil Daihatsu Taruna nopol B 8828 KA, tertabrak kereta api di perlintasan tanpa palang pintu, di daerah Cipunagara.
Tiga orang yang meninggal, yaitu Antonius Suryadi (60), warga Jln. Kalapa Nias VII PC 15, RT 09/RW 17, Kelurahan Kelapa Gading Jakarta; Yuli alias Rumsih (35), warga Kampung. Mulyasari, RT 10/RW 03, Desa Kiarasari, Kecamatan Compreng dan anaknya, Amel (7).
Menurut keterangan, sebelum kejadian, korban datang dari arah Cipunagara dengan mengendarai mobil. Tiba-tiba di perlintasan kereta api tanpa palang pintu, datang KA Senja Utama dari Tegal menuju Jakarta.
Sementara peristiwa maut terjadi pada H+2, Minggu (12/9) pukul 17.00 WIB, dua orang pengedara motor tewas akibat tertabrak bus Parahyangan B 7320 YK. Peristiwa ini terjadi di Jalan Raya Subang-Bandung, Dusun Dawuan, Desa/ Kecamatan Ciater dekat gerbang Hotel Gracia.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya