berita2.com(Subang): Peningkatan arus kendaraan mudik lebaran sejak Rabu pagi hingga sore ini (08/09/2020), mengakibatkan terjadinya antrian panjang di beberapa ruas jalan di wilayah kota nanas ini.
Berdasarkan pemantauan, kemacetan sempat terjadi rabu pagi didaerah pasar kalijati, panjang antrian kemacetan mencapai 1 km. Namun berkat kesigapan petugas disana akhirnya kemacetan bisa diuraikan sehingga arus menjadi padat merayap dan lancar.
Peningkatan arus kendaraan juga terjadi di sekitar perempatan Wesel Kota Subang, arus kendaraan yang datang dari arah Kalijati dan dari arah Jalan Cagak melalui Wanayasa kemudian menyatu di perempatan Wesel, Kota Subang, namun arus kendaraan kemudian dapat diuraikan petugas menuju arah Cikamurang.
Berdasarkan pemantauan, peningkatan arus terjadi sejak rabu pagi, bahkan sekitar jam 10:00 WIB, arus kendaraan dari arah Cikamurang tujuan Jakarta juga mengalami peningkatan,sehingga membuat beberapa petugas yang berjaga-jaga di Pos Pam Wesel Kota Subang dibuat sibuk.
Menurut keterangan petugas, meningkatnya arus mudik Lebaran di jalan tol Cikampek, atau arah Cikopo-Sadang, Rabu siang (8/9/2010) membuat arus lalin melalui jalur tengah Subang semakin padat dan kemacetan lalu lintas tidak terhindarkan di beberapa tempat.
Kemacetan kendaraan arus mudik lebaran terjadi juga terjadi di Purwakarta, diantaranya terjadi di jalur Cikopo-Sadang-Purwakarta, setelah pengalihan arus ke jalur alternatif di wilayah Purwakarta,melalui persimpangan Sadang.Siang ini, di jalur Cikopo-Sadang sepanjang lebih kurang 8 kilometer itu kendaraan
menyemut setelah keluar dari gerbang tol Cikopo.
Penumpukan di jalur Cikopo-Sadang pada dua hari sebelum Lebaran itu terjadi setelah mengalihan arus dari gerbang tol Cikopo ke Sadang, karena terjadi kepadatan di jalur Cikopo-Jomin dan jalur Pantura.
Antrean kendaraan dialihkan ke Sadang untuk menggunakan jalur tengah, Sadang-Kalijati-Subang, Cikamurang, dan ke jalur alternatif poros Purwakarta-Wanayasa-Jalancagak-Subang, seterusnya ke Cikamurang.
Berdesak-desakannya kendaraan di jalan alteri itu mengakibatkan terjadinya penumpukan di jalur Sadang-Purwakarta, lebih kurang sepanjang tujuh kilometer, sebelum memasuki jalur alternatif Purwakarta-Wanayasa-Jalancagak.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya


















