berita2.com (Cianjur): Sebanyak 1.124 personel gabungan akan mengamankan arus mudik lebaran diwilayah Kabupaten Cianjur sejak Jum'at (3/9/2010) hingga seminggu setelah lebaran. Mereka terdiri dari 775 anggota polri dan sisanya anggota TNI, Satpol PP, Petugas Damkar, Dishub dan anggota Pramuka dari Saka Bhayangkara.
"Semua personel yang tergabung dalam pengamanan arus mudik lebaran yang kami beri sandi Operasi Ketupat 2010 ini akan saling berkoordinasi dan bersinergi dalam menjalankan tugas dan perannya masing-masing, mudah-mudahan dalam pelaksanaannya nanti dapat berjalan optimal, sesuai yang kita harapkan," kata Kapolres Cianjur, AKBP Djoko Hariutomo, Jumat (3/9/2010).
Untuk memberikan kemanan dan kenyamanan bagi warga Cianjur, pihaknya akan terus mengefektifkan pengawasan dan penjagaan disejumlah objek vitas seperti bank, toko perhiasan dan pusat perbelanjaan. "Kita tingkatkan pengamanan untuk beberapa titik objek seperti bank dan toko perhiasan terkait maraknya aksi perampokan," katanya.
Diungkapkan Kapolres, arus mudik tahun ini diprediksi akan mengalami peningkatan sebear 12 persen sekitar 16,3 juta jiwa. Sedangkan jumlah kendaraan roda dua maupun roda empat yang digunakan untuk mudik mencapai 5 juta unit. "Dengan kondisi seperti ini tentunya akan mengakibatkan terjadinya peningkatan aktivitas masyarakat di berbagai tempat serta meningkatnya mobilitas manusia dan barang yang berimplikasi pada timbulnya potensi gangguan kamtibmas yang harus dikelola dengan baik,” paparnya.
Secara terpisah Bupati Cianjur, Tjetjep Muchtar Soleh, mengungkapkan, berdasarkan pengalaman tahun lalu peningkatan kendaraan tidak seimbang dengan kapasitas jalan yang disebabkan adanya penyempitan badan jalan serta adanya aktivitas pasar tumpah di sejumlah titik serta kurang disiplinnya para pengguna jalan yang tentunya akan berdampak pada terjadinya kemacetan lalu lintas yang cukup panjang.
"Melihat kondisi seperti itu, aparat kepolisian dan instansi terkait dituntut untuk bisa bekerja sama secara sinergis merumuskan langkah-langkah inovatif dan efektif untuk mengurai terjadi kemacetan," kata Bupati.
Pihaknya juga menghimbau kepada seluruh instansi terkait yang terlibat dalam pengamanan arus mudik khususnya kepolsian, untuk melakukan deteksi dini, melalui peran intelijen yang bekerjasama dengan komuniti intelijen lainnya dalam mendeteksi berbagai fenomena yang berkembang dalam masayarakat, terlebih yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas. "Harapanya arus mudik yang meliwati Cianur terutama masyarakat Cianjur yang merayakan lebaran bisa nyaman dan aman," harapnya.
Sementara itu Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur akan menyiagakan 17 puskesmas secara 24 jam selama arus mudik. Ke 17 puskesmas tersebut berada disejumlah jalur yang diprediksikan akan terjadi lonjakan arus mudik. "Untuk menunjang pam lebaran kali ini kita siap siagagan puskesmas berikut tenaga medisnya selama 24 jam. Sehingga bila terjadi kecelakaan yang tidak diinginkan bisa segera ditangani," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, dr.Hj. Tri Ratu Yuliaherawati.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya