berita2.com (Cianjur): Kawanan perampok diperkirakan berjumlah delapan orang dengan menggunakan senjata tajam golok beraksi membobol kantor dan gudang distributor garuda food di Jalan Raya Bandung Km 7 Kampung Gempol, Desa Babakan Caringin Kecamatan Karang Tengah, Kabupaten Cianjur, Kamis (2/9/2010) sekitar pukul 1.00 WIB.
Kawanan perampok yang mengenakan tutup kepala ala ninja tersebut sempat menyekap 13 karyawan dan petugas keamanan, serta membobol brangkas uang yang ada di Kantor Adm Gudang Distributor sekitar Rp 60 juta. Tidak hanya itu kawanan perompok tersebut juga nekat merampas hand phone dan dompet milik karyawan.
Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, kawanan perampok ala ninja itu beraksi sekitar pukul 01.00 WIB. Para pelaku diduga masuk kedalama real gudang setelah berhasil memanjat benteng pagar dibelakang gudang. Kawanan perampok yang diperkirakan berjumlah delapan orang itu selanjutnya masuk kedalam kawasan gudang dan mendapati dua karyawan yang tengah berada di mobil. Kedaua karyawan tersebut tanpa bisa berkutik langsung diikat dan dimasukkan kedalam sebuah mobil bok yang terparkir di halaman gudang.
Setelah itu kawanan rampok sadis tersebut bergherak menuju tempat penjagaan dimana ada tiga orang Satpam yang tengah berjaga. Lagi-lagi, kawanan rampok itu berhasil melumpuhkan para Satpam dan mengikatnya. Mereka kemudian bergerak menuju mes karyawan. Satu persatu karyawan yang menginap di mes dilumpuhkan. Kemudian pelaku menggiring mereka dan memasukkan kedalam mobil bok.
Setelah berhasil melumpuhkan seluruh karyawan dan penjaga, kawanan rampok tersebut beraksi mengobrak abrik isi gudang. Mereka berhasil menggondol uang setoran senilai Rp 60 juta. Tidak hanya itu sebuah laptop juga berhasil dibawa.
"Saya tidak bisa berbuat banyak, mereka langsung menodong dengan golok dan mengancam. Para pelaku langsung mengikat saya dengan tali sepatu dan menyumpal mulut saya dengan lakban. Saya kemudian dibawa dan dimasukkan kedalam mobil bok. Ternyata didalam mobil bok sudah ada beberapa karyawan lainya dengan kondisi diikat dan mulutnya disumpal," kata Rizki, kordinator admin Garuda Food.
Menurutnya, kawanan perampok tersebut juga mengancam agar tidak macam-macam, karena diluar mobil bok dipasangi detonator yang saat pintu dibuka akan meledak. "Para perampok mengancam kami untuk tidak memaksa keluar dari mobil bok, tapi setelah beberapa jam dan sepertinya diluar sepi kami berhasil keluar dari dalam mobil bok setelah mendobarak pintu samping. Setelah itu baru kami membebaskan diri dan melaporkan ke polisi," katanya.
Aini seorang warga mengaku sebelum terjadi perampokan sempat melihat delapan warga yang mencurigan masuk kedalam gang dan mngitari lokasi gudang. Kecurigaanya tersebut sempat disampaikan kepada suaminya yang menjadi satpam digudang. "Sekitar jam 10 malam ada sekitar delapan orang masuk kedalam gang. Diantara mereka ada yang memanggul tas besar, saat ditanya ada yang menjawab sedang mudik. Saya juga sempat memberitahukan keapda suami, tapi dikiranya orang yang mau main badminton," katanya.
Kapolsek Karangtengah AKP Nur Ichsan mengatakan, saat ini pihaknya tengah memeriksa beberapa saksi untuk mengungkap identitas para pelaku perampokan. Dari modus yang dipergunakan pelaku diduga merupakan pemain lama. "Ini merupakan curas (pencurian dan kekerasan), kami tengah mendalaminya dengan melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi baik yang ada di tempat kejadian perkara (TKP) maupun warga," kata Nur Ichsan.
Pihaknya berharap, para pelaku bisa segera ditangkap untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya. "Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini para pelakunya bisa tertangkap," harapnya.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya
.