berita2.com (Cianjur): Jumlah penderita penyakit HIV/AIDS di Kabupaten Cianjur terbilang cukup tinggi. Berdasarkan hasi temuan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, selama kurun waktu 2010 tercatat sebanyak 35 orang teridentifikasi HIV/AIDS. Pada hal pada tahun sebelumnya hanya tercatat sebanyak 15 orang yang teridentivikasi HIV/AIDS.
Hal itu dibenarkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, dr.Hj. Tri Ratu Yuliaherawati saat dihubungi kemarin. Menurut Ratu, penyebaran penyakit yang mematikan itu kebanyakan dilakukan dengan penggunaan obat-obat terlarang melalu pemakaian jarum suntik secara bergantian.
"Mayoritas penderita kebanyakan pengguna obat-obatan terlarang yang menggunakan jarum suntik secara bergantian. Tapi ada juga para penderita tersebut yang tertular melalui hubungan seksual," kata Ratu, Rabu (1/9/2010).
Dikatakan Ratu, para penderita HIV/AIDS di Kabupaten Cianjur masih dalam pemantauan pihaknya, agar tidak menularkan penyakit yang mematikan itu kepada orang lain. "Meski sulit, tetap kita melakukan pengawasan terhadap para penderita itu agar tidak menuloarkan kepada orang lain," kata Ratu tanpa menyebut tempat tinggal para penderitanya.
Pihaknya mengaku, menemui kesulitan untuk melakukan pengawasan dan pencegahan, khususnya terhadap para resiko tiggi terjangkit HIV/AIDS. Beberapa tempat yang sebelumnya pernah mendapatkan pengawasan khusus dari Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, saat ini sudah bergeser dan sulit untuk dilakukan pengawasan.
"Dulu saat kawasan Gadog (prostitusi) belum di tutup oleh Satpol PP, tim kesehatan yang kita bentuk rutin mendatangi mereka untuk melakukan pemeriksaan kesehatan, terutama untuk mengambil sampel darahnya. Tapi saat ini mereka tidak lagi dilokasi dan sangat sulit untuk kita pantau pergerakanya. Ini sangat rentan sekali terhadap penyakit yang membahayakan itu," jelasnya.
Salah satu upaya pencegahan terhadap penyebaran penyakit HIV/AIDS bisa dilakukan dengan melakukan pola hidup sehat dan tidak menggunakan jarum suntik secara bergantian. "Hal lain yang perlu dilakukan adalah tidak melakukan hubungan seksual diluar pasangannya, karena dengan berganti-ganti pasangan sangat rentan sekali tertular penyakit," katanya.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya