berita2.com ( Cianjur ): Setelah mendapatkan reaksi protes dari berbagai kalangan terkait kenaikan tarif air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Mukti Kabupaten Cianjur, Bupati Cianjur, Tjetjep Muchtar Soleh, akhirnya menunda kenaikan tarif air tersebut hingga batas yang tidak ditentukan.
Semula, tarif air baru yang diberlakukan sebesar Rp 2.300/kubik. Dengan ditundanya kenaikan tarif air baru tersebut otomatis kembali ketarif awal yakni sebesar Rp 1.400/kubik/1.000 liter, atau merupakan tarif air terendah se-Indonesia.
Direktur Utama PDAM Tirta Mukti Kabupaten Cianjur, Yudi Junadi menjelaskan, pemberlakukan tarif air sebesar Rp 1.400/kubik ini merupakan keputusan bupati yang harus ia laksanakan. "Apa boleh buat, kebijakan itu harus diamankan dan dilaksanakan meski untuk itu terus terang rasanya sangat berat. Tarif itu akan berlaku terhitung sejak Rabu (1/9/2010)," kata Yudi kemarin.
Sebelumnya, pihak PDAM Tirta Mukti Kabupaten Cianjur memberlakukan tarif baru air sejak bulan Juni 2010 sebesar Rp Rp 2.300/kubik. Pemberlakukan tarif air baru selama tiga bulan tersebut masuk dalam masa uji coba.
"Sebesarnya kenaikan tarif air baru tersebut bukan kehandak saya sendiri. Semua itu kami lakukan merujuk hasil temuan dari Badan Pemeriksa Keungan dan Pembangunan (BPKP) yang menyebut tarif air di PDAM Cianjur sangat rendah atau tidak full cost jauh dari biaya produksinya sebesar Rp 3.500/kubik," kata Yudi.
Dengan adanya temuan BPKP tersebut pihaknya kemudian melakukan pengkajian dan akhirnya diputuskan untuk menaikkan tarif PDAM. "Setelah kita melakukan uji coba ternyata tarif itu harus ditunda pemberlakuanya oleh bupati, maka kita harus kembali ke tarif awal yang berlaku sejak tahun 2007 silam," katanya.
Pihaknya berharap, berkat dukungan masyarakat dan semua pihak, meski PDAM Tirta Mukti Cianjur memberlakukan tarif terendah se Indonesia tanpa mendapatkan subsidi dari pemerintah sepeserpun, bisa mampu melayani kebutuhan masyarakat secara proifesional dan berkualitas. "Melayani masyarakat bagi kami merupakan sebuah kemuliaan," tegasnya.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya