berita2.com (Cianjur): Sudah satu pekan terakhir, persedian labu darah untuk golongan darah A dan AB di Unit Tranfusi Darah Cabang (UTDC) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cianjur mengalami kekosaongan. Bahakan jejaring yang biasanya bisa membantu bila PMI Cianjur saat kekuarangan labu darah, dalam seminggu terakhir ini tidak bisa melayani akibat persedian juga menipis.
Hal itu dibenarkan Kepala Bagian Pelayanan Darah UTDC PMI Cianjur, Azwar B. Caniago saat ditemui di sela-sela acara pencanangan bulan bakti PMI di Kantor PMI Cabang Cianjur, Selasa (31/8/2010). Dia mengatakan untuk memenuhi kebutuhan dua golongan darah yang kosong itu pihaknya mengalami kesulitan. Sebab biasanya bila ada yang kosong, pihaknya menggunakan jejaring PMI daerah lain seperti dari Bogor dan Bandung. Namun saat ini untuk dua golongan darah A dan AB, ternyata di dua daerah yang biasa memenuhi stok juga minim.
"Kita akui selama bulan ramadhan ini kita menemui kendala untuk pengadaan labu darah, apalagi untuk stok labu darah golongan A dan AB saat ini lagi kosong. Pada hari biasa saja, stok darah untuk A dan AB memang agak sulit dibandingkan golongan darah lainya," kata Azwar.
Untuk memenuhi kebutuhan darah selama bulan ramadhan ini, pihaknya terpaksa melakukan giliran pendonoran bagi masyarakat non muslim. Uapaya tersebut dilakukan mengingat pendonoran pada bulan ramadhan bagi yang berpuasa tidak bisa berjalan maksimal.
"Memang ada fatwa Majlis Ulama Indonesia (MUI) yang membolehkan donor darah bagi yang berpuasa, tapi kenyataanya pendonor sangat minim. Kalau biasanya dalam hari biasa sehari mencapai 4-5 orang, untuk bulan ramadhan ini paling sekitar satu orang atau bahkan tidak ada sama sekali," paparnya.
Dengan dilakukan donor darah bagi non muslim terutama untuk jamaah gereja, vihara dan lainya diharapkan stok kebutuhan darah selama bulan ramadhan bisa terpenuhi. Hingga saat ini stok labu darah yang ada di PMI Cianjur tinggal golongan B 30 labu dan golongan 0 25 labu.
"Kalau dilihat dari kebutuhan masyarakat Cianjur perbulanya mencapai 700 kantong/bulan, sedangkan persedian di hari biasa hanya mampu sekitar 500 kantong, selama bulan ramadhan ini kita hanya mampu memberikan sekitar 200 kantong. Kondisi dimungkinkan akan kembali normal setelah dua hingga tiga minggu setelah lebaran," kata Azwar.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya
.


















