berita2.com (Cianjur): Sebanyak 271 orang dinyatakan terjangkit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Cianjur. Jumlah tersebut terhitung sejak awal Januari hingga Agustus 2010. Dari 271 korban DBD, tiga diantaranya meninggal dunia akibat terlambat mendapatkan pertolongan medis.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, dr.Hj. Ratu Triyulia Herawati mengungkapkan, korban DBD yang meninggal dunia tersebut terjadi pada bulan Januari sebanyak satu orang dan pada bulan Februari sebanyak dua orang.
"Kita terus berupaya agar, penyakit DBD ini tidak meluas dengan berbagai cara. Namun tetap saja masih ada saja warga yang terjangkit. Berdasarkan hasil pemeriksaan dan keterangan korban banyak diantaranya yang terkena gigitan nyamuknya diluar wilayah tempat tinggalnya," kata Ratu kemarin.
Berdasarkan data, korban terakhir yang terjangkit DBD berasal dari wilayah Kecamatan Ciduan, Cianjur selatan. Diwilayah tersebut sedikitnya enam orang warga dinyatakan positif terjangkit DBD. "Berdasarkan riwayat korban ternyata, para korban tersebut digigitnya saat bertandang ksaudaranya didaerah Bandung. Selama ini wilayah Cidaun bukan merupakan daerah endemik DBD, namun ternyata ada warga yang terkena DBD," tegasnya.
Kendati tidak termasuk daerah endemik DBD di Kabupaten Cianjur, pihaknya tetap melakukan upaya pencegahan agar penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk aedes aegepty itu tidak menyebar. "Hari ini (kemaren,red) kita melakukan fooging ke Cidaun. Mudah-mudahan bisa menekan penyebaran nyamukm" tegasnya.
Diungkapkan Ratu, salah satu uapaya pencegahan agar penyakit DBD tidak merjalela kuncinya adalah dengan pola Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan melakukan 3 M yakni menguras, menutup dan mengubur. "Selain itu pola hidup sehat juga sangat mempengaruhi untuk berhasilnya pemberantasan nyamuk DBD," katanya.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya