berita2.com (Cirebon): Sebagai bentuk solidaritas profesi, Minggu malam, tepat pukul 00.00 WIB (22/8/2010), puluhan wartawan Cirebon menggelar aksi solidaritas atas tewasnya seorang wartawan Sun TV yang diduga dikeroyok warga setelah meliput bentrokan di Desa Fidatan, Kecamatan Dullah Utara, Maluku Tenggara. Aksi solidaritas itu dilakukan di depan Balaikota Cirebon.
Dalam aksinya, wartawan dari media cetak dan elektronik Cirebon mengecam penganiayaan terhadap Ridwan Salmun, wartawan Sun TV hingga tewas. Selain menggambarkan Ridwan Salmun yang dikeroyok warga, para wartawan Cirebon juga melakukan aksi plester mulut dan menyalakan lilin sebagai tanda duka cita.
Menurut Masyhuri Wahid, koordinator aksi mengatakan, peristiwa meninggalnya Ridwan harus menjadi episode yang terakhir. Dan para wartawan berharap pemerintah agar bisa melindungi kebebasan pers dan jurnalistik.
“Kami meminta kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut. Bagi para pelaku pengoroyokan Ridwan harus diberi hukuman seberat-beratnya karena sudah melakukan tindakan kriminal dan melanggar hukum,” ungkapnya Masyhuri kontributor dari Indosiar.
Selain Masyhuri, wartawan MNC Grup, Miftahudin juga menyampaikan orasinya bahwa kebebasan pers harus benar-benar ditegakkan dan tidak ada lagi kekerasa pada wartawan. “wartawan adalah salahsatu pilar demokrasi di semua negara manapun,” tegasnya.
Demikian juga disampaikan wartawan lainnya, “sebagai bagian dari rekan seprofesi, adanya pengeroyokan itu membuat duka bagi kami di Cirebon. Mudah-mudahan pihak kepolisian Maluku Tenggara bisa mengusut tuntas dan menyelesaikan sebaik-baiknya. Kami semua pun berharap persitiwa serupa jangan sampai terulang kembali di dunia jurnalistik,” ucap wartawan RRI Cirebon, Azi Satriya.
Meski berlangsung selama sekitar 45 menit, aksi tersebut aman dan terkendali. Terlihat juga beberapa polisi yang mengawal aksi puluhan wartawan Cirebon itu. Sementara itu, Ridwan Salamun, adalah sosok jurnalis sejati yang menjadi korban kekerasan dan telah meninggalkan satu orang istri dan satu orang anak. Hingga kini polisi masih melakukan penyelidikan atas peristiwa tersebut.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya