berita2.com (Cianjur): Gara-gara Komisi Pemilihan Umum (KPU) Cianjur salah menghitung jumlah dukungan, Bakal Calon (Balon) Bupati/Wakil Bupati Cianjur, Mardiyano/Rusli Hartono dari unsur Independen nyaris gagal dalam seleksi tahap awal yang dilakukan KPU Cianjur kemarin. Beruntung Balon Bupati Mardiyano bersikeras bahwa data jumlah dukungan yang diserahkan ke KPU melebihi jumah yang quota yang ditetapkan, sehingga ia meminta untuk kembali dihitung ulang secara bersama sama.
Kejadian tersebut bermula saat pasangan yang mengusung jargon Marilih (Mardiyano-Rusli Hartono) itu menyerahkan berkas dukungan sebagai balon indenden pada hari terakhir pendaftaran, Rabu (18/06/2010) ke KPU Cianjur menjelang dinihari. Setelah berkas dukungan tersebut diserahkan, pihak KPU melalukukan verifikasi jumlah dukungan dan baru selesai pagi harinya. Hasil dari verifikasi yang dilakukan KPU diluar dugaan ternyata jauh dari quota tiga persen yang disyaratkan (66.845 dukungan) sebanyak 61.350 dukungan atau kekurangan dukungan sebanyak 5.566.
Sementara berdasarkan hitungan data yang diserahkan pasangan Marilih sebanyak 67.315 dukungan. Tentu saja hal itu membuat terkejut pasangan Marilih saat KPU menyampaikan hitungannya. Bisa dipastikan kalau data KPU itu benar, pasangan balon bupati dari unsur independen itu akan gugur ditahap awal.
"Jujur saya katakan, awalnya saya terkejut sekali, karena saya yakin terhadap apa yang dikerjakan petugas IT saya, kalaupun tidak sama jumlahnya bedanya tidak akan jauh. Makanya kita minta ke KPU untuk melakukan re cek ulang, dan ternyata setelah direcek ulang dengan membuka sofe copy bersama-sama selisihnya itu sedikit, hanya sekitar ratusan dari jumlah yang kita usulkan sebanyak 67.315," katanya.
Sebelum dilakukan hitung ulang, pihaknya mengaku sempat berfikir apakah hasil hitungan KPU itu merupakan human error atau ada hal yang lain. "Yang jelas saya kaget saja, apalagi acara seperti hanya lima tahun sekali dengan jumlah anggaran yang mencapai Rp 43 milyar tersebut. Memang wajar salah, makanya kita minta koreksi bareng, kalau puas atau tidak puas dengan kinerja KPU yang jelas saat ini perjalanan masing panjang," kata Mardiyano berkilah.
Pihaknya mengakui, sebelum minta untuk di hitung ulang jumlah dukungan yang ia serahkan, telah tiga kali disodori berkas untuk ditanda tangani oleh Ketua KPU, Unang Margana, S.H., M.H. "Sambil bilang maaf ini kayaknya begitu berat serasa satu ton, sambil menunjuk bibirnya, tapi setelah kita minta dihitung kembali dan kita sakisiin bareng-bareng hasilnya berbeda dari hitungan awal," tandasnya.
Secara terpisah, Ketua KPU Cianjur, Unang Margana, Sh., M.H., mengakui kesalahan penjumlahan terhadap dukungan pasangan Marilih akibat faktor kelelahan yang mendera petugasnya. Pihaknya enggan kalau kesalahan tersebut akibat kelalaian. "Saya rasa ini akibat faktor kelelahan, karena kita tidak tidur, tapi setelah dicek ulang munculah angka akhir seperti itu. Ada data yang tidak ke entry sama kita, tapi secara bersama sama kita verifikasi administrasi akhirnya muncul angka 66.916. Ada hal yang beberapa lembaran yang belum terkoreksilah, akhirnya kita koreksi," kata Unang.
Sudah bisa dipastikan dari lima pasangan balon Bupati/Wakil Bupati dari unsur independen yang datang ke KPU pada hari terakhir penyerahan berkas administrasi, hanya tiga pasangan bakol calon yang menyerahkan berkas dukungan dan dinyatakan lolos verifikasi tahap awal. Ketiga pasangan balon dari unsur independen tersebut adalah pasangan Hidayat Atori-Suherlan, Rudy Yakub-Mega dan Mardiyano-Rusli Hartono. Sementara dua pasangan lainya yakni Abah Ruskawan-Cepy serta Dedi Heryana gugur dengan sendirinya karena hanya datang dan tidak menyerahkan berkas dukungan.
"Selanjutnya kita akan melakukan verifikasi faktual terhadap ketiga pasangan balon ini yang akan dilakukan ditingkat Panitia Pemungutan Suara (PPS) di tingkat desa. Hasil dari verifikasi ini akan menentukan, apakah balon tersebut nantinya akan lolos untuk ditetapkan menjadi calon atau tidak," tegas Unang.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya


















