berita2.com (Cirebon): Banyaknya tudingan yang dialamatkan kepada Walikota Cirebon, Subardi S.Pd, terkait jual beli jabatan dalam proses mutasi pegawai membuat orang nomor satu di kota cirebon ini gerah. Walikota pun usai mengikuti sidang paripurna di gedung DPRD terkait penyampaian pertanggungjawaban badan anggaran dan biaya pajak tanah dan balik tanah, dihadapan para kuli tinta mengklarifikasi tudingan ini.
“mekanisme mutasi sudah sesuai prosedur, mulai dari pengajuan Badan Kepegawaian Pendidikan dan pelatihan (BK Diklat), kemudian berkasnya diserahkan kepada Badan pertimbangan jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat). Setelah itu diserahkan kepada Pak Wakil Walikota dan selanjutnya ke Walikota untuk kemudian disahkan. Jadi dimana tudingan like and dislike dalam proses mutasi itu,” ujar Walikota, Kamis (12/8/2010).
Walikota berharap agar masyarakat tak terpancing dengan berbagai isu tak sedap disetiap hajatan mutasi. Karena proses mutasi selalu dilakukan sesuai dan melalui prosedur yang ada. “jika ada isu miring terkait mutasi ini, itu tidak benar. Kalau memang ada bukti tolong tunjukkan bukti itu atau bila perlu tunjuk langsung saja siapa orangnya,“ tegas Walikota lagi.
Sementara itu, aktivis Forum Ketahanan Bangsa (FKB) Cirebon, Haris SH, menyayangkan munculnya isu tak sedap saat hajat mutasi akan dilakukan. Dan hal itu sebaimknya tak perlu ditanggapi secara serius oleh Walikota. Sebab isu miring juali beli jabatan akan selalu muncul bersamaan hajat mutasi. Tujuannya, mungkin untuk memberi warning kepada para pejabat agar dalam hajat mutasi tersebut lebih mengedepankan pendekatan proporsional dan professional kerja.
“saya percaya pak wali ingin menunjukkan kinerjanya secara transparan dan akuntabel. Tapi juga tak baik ketika isu harus ditanggapi serius. Karena menjalankan amanah pemerintahan yang kredibel dan demokratis bisa selalu diwarnai dengan pendekatan warning, agar segala tuduhan tak terbukti. Jadi ya tinggal buktikan saja kinerjanya dan nanti public yang menilainya,” ucapnya prihatin.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya