berita2.com (Ciajur): Untuk kesekian kalinya, Bupati Cianjur Drs. H. Tjetjep Muchtar Soleh, M.M, Rabu (11/8/2010) kembali merombak "kabinetnya". Tidak tanggung-tanggung kali ini jumlahnya mencapai 212 pejabat.
Mereka terdiri dari 11 orang untuk pejabat eselon II, 30 orang pejabat untuk eselon III dan 167 orang untuk pejabat eselon IV serta empat orang untuk akademik kesehatan. Bahkan ada seorang pejabat eselon II yang tidak mendapatkan posisi jabatan strategis dalam mutasi, rotasi dan promosi yang menuai kontroversi tersebut.
Dalam sambutanya bupati mengungkapkan, mutasi, rotasi dan promosi hakekatnya adalah untuk meningkatkan kenerja dan pelayanan terhadap masyarakat. Dengan dilantiknya para pejabat tersebut menurut bupati hendaknya dijadikan sebagai momentum bagi pejabat yang dilantik untuk menjadikan jabatan sebagai pembelajaran pribadi,guna mewujudkan pemerintah dan pemerintahan yang profesional dan akuntable,dengan memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya kepada masyarakat,melalui tugas dan fungsi yang dipercayakan.
"Saya berharap para pejabat bisa lebih meningkatkan kinerjanya, karena pada dasarnya apapun pekerjaan nantinya akan dimintai pertanggung jawaban," kata bupati.
Para pejabat khusus eselon II yang terkena mutasi dan rotasi serta promosi adalah Kepala Dinas Perhubungan dan Informatika yang semula di jabat H.Dedi Purwadji.S.Ip, M.Si diganti dengan Drs. Edy Iryana yang semula menduduki jabatan Sekertaris DPRD Cianjur. Sedangkan jabatan Sekertari DPRD Cianjur diisi oleh Dadan Harmilan, S.H., M.H. yang semula menjabat Sekretaris Dinas Perpajakan.
Sementara Dedi Purwaji mengisi pos barunya sebagai Kepala Dinas Binamarga yang ditinggalkan Drs. Baharudin Ali menjadi Asisten Daerah Bidang Keuangan yang ditinggal drh. Chaerul yang diparkir sementara waktu. Sekretaris Dinas Kesehatan H. Cecep S Alamsyah.SKM,M.Kes menjadi Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan pelatihan Daerah (BKPPD), menggantikan H. Hilman Kurnia yang menduduki pos barunya sebagai Kepala Dinas Perpajakan yang ditinggal Drs. Syarif Hidayat menjadi staf ahli bupati.
Keputusan Bupati Cianjur yang sering melakukan mutasi selama kepemimpinanya tersebut merupakan sejarah baru di lingkungan Pemkab Cianjur. Bahkan ada beberapa anggapan kalau mutasi tersebut erat kaitanya dengan mulai memanasnya suhu politik Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Kab. Cianjur. "Ini sudah tidak bisa dipungkiri, lihat saja banyak pejabat yang dekat dengan F2 (Wakil Bupati Dadang Sufianto) yang dibongkar," kata David Aji pemerhati pemerintahan di Cianjur.
Saat disinggung adanya seorang pejabat eselon II yang diparkir, bupati Cianjur, Drs. H. Tjetjep Muchtar Soleh, M.M., mengatakan, kalau pejabat tersebut hanya sementara waktu saja. "Bukanya diparkir tapi ia merupakan salah satu calon untuk dipersiapkan mengisi pada salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang baru yaitu Badan Keungan Daerah," kata bupati sambil berlalu menuju mobilnya (bisri mustofa)
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya


















