berita2.com (Cirebon): Pasca meledaknya pipa air milik PDAM Kota Cirebon di Jl.Raya Pelangon, Kec.Sumber, Kab.Cirebon, dua hari yang lalu hingga Selasa (3/8/2010) belum diperbaiki. Pasalnya, asesoris pipa yang memiliki ukuran sama sangat sulit ditemukan. Bahkan kabarnya Direktur Teknik PDAM, Ir.Sri Supanti sudah mengontak keseluruh PDAM di Indonesia untuk menanyakan perihal asesoris pipa yang dibutuhkan PDAM Kota Cirebon.
Akibatnya, ribuan pelanggan air bersih PDAM Kota Cirebon, berbondong-bondong mencari air bersih untuk kebutuhan sehari-hari seperti memasak, mencuci dan MCK. Meski demikian warga masih kesulitan lantaran air bersih yang dapat dipergunakan untuk memasak dan diminum jarang sekali ditemukan di kota Cirebon.
Alhasil, warga pun terpaksa membeli air isi ulang yang semla hanya seharga Rp.3000 pergalon, kini mendadak menjadi Rp.5000/gallon. Namun kenaikan itu tak membuat warga surut untuk mendapatkan air bersih, sehingga dibeberapa penjualan air isi ulang tampak puluhan hingga ratusan warga mengantri.
Seperti yang terjadi di Kel.Pekiringan, Kec.Kesambi, Kota Cirebon, Resika (37) terpaksa bersama puluhan warga lainnya membawa beberapa gallon dan ember untuk mendapatkan air bersih. Namun sayang, air bersih di Kel.Pekiringan merupakan air bor tanah sehingga rasanya asin dan tak dapat untuk menanak nasi maupun diminum.
“kami warga Rw 01 Kel.Pekiringan sangat berterimakasih kepada Ibu Yunus pemilik rumah yang air bor tanahnya dibagikan kepada warga hingga malam hari. Walau rasa air ini asin, warga di Kel.Pekiringan mulai dari RW 01 hingga RW 11 berbondong-bondong datang untuk mengambil air disini,” ujarnya, Rabu (4/8/2010) yang prihatian dengan kondisi seperti ini.
Sementara di daerah Pancuran, Wawan (42), juga mengalami hal serupa. Pasca meledaknya pipa PDAM Kota Cirebon dua hari yang lalu, membuatnya kesulitan air untuk mandi dan MCK. Wawan bersama keluarga terpaksa sementara mengungsi ke rumah saudaranya di daerah Warnacaya, perbatasan Kuningan-Cirebon.
Demikian juga dirasakan Ibu Hesty (35), Warga Harjamukti Kota Cirebon, Ia dan keluarganya terpaksa membawa-bawa ember dan gallon untuk mengisi air bersih dirumah-rumah warga yang memiliki sumur. Hesty mengaku dengan kondisi seperti ini membuat keluarganya prihatin, karena baru tiga hari kehilangan air PDAM saja rasanya seperti hidup di desa pedalaman.
“saya dan warga lain di kota Cirebon tentunya berharap agar PDAM segera memperbaiki pipa yang kemarin pecah agar warga tak lagi kesulitan mendapatkan air bersih. Apalagi ada kabar perbaikan itu baru bias diselesaikan dalam waktu dua minggu, ini tentu akan semakin membuat warga resah akibat kebutuhan air bersih untuk keperluan sehari-hari,” ujarnya.
Sementara itu, PDAM Kota Cirebon menghimbau agar warga selalu membuka kran secara terus menerus selama perbaikan. Hal itu untuk mempercepat proses perbaikan akibat tekanan aingin. Namun sejumlah wrga tetap meminta dengan membuka kran, perbaikan seyogyanya segera dilakukan, agar wrga kembali mendapatkan air bersih. (Nrd)


















