berita2.com (Cianjur): Meski pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Kabupaten Cianjur baru akan dilaksanakan pada bulan Januari 2011, namun suhu politik Cianjur sudah mulai menghangat.
Selain sudah banyaknya baligo bakal calon (balon) bupati/wakil bupati bertebaran di berapa jalan strategis diwilayah Cianjur, dalam sepekan terakhir beredar short massage service atas nama salah satu kandidat balon bupati Cianjur, Drs. H. Dudun Abdullah, SQ, MM.
Dalam SMS yang menyebar melalui perangat hand phone tersebut menyatakan bahwa masyarakat untuk menyebarkan kembali SMS ke sejumlah pengguna hand phone dan akan mendapatkan pulsa sebesar Rp 50.000,-. Namun pesan dalam SMS tersebut hanya isapan jempol belaka, tapi tidak sedikit warga masyarakat CIanjur yang penasaran untuk mencobanya.
"Seenarnya saya sudah ragu, ini adalah permaianan iseng oleh oran yang tidak bertanggung jawab. Meski begitu saya mencoba menyebarkan SMS itu kebeberapa teman sesuai dengan pesan dalam SMS untuk memastikan kebenaranya. Ternyata benar, bahwa SMS itu bohong, yang ada bukan nambah pulsa tapi malah pulsa mengurang," kata Siti Hasilah (33) warga Sukamanah, Kec. Cugenang, Selasa (3/8/2010).
Pihaknya menduga, penyebaran SMS itu ada suatu tujuan tertentu terkait dengan mulai menghangatnya aroma Pemilukada di Kab. Cianjur menyususl sejumlah pejabat maupun mantan pejabat yang akan ikut meramaikan bursa balon bupati/wakil bupati CIanjur.
"Ini sangat mudah ditebak, hemat saya ini tidak jauh dari suatu motif politik saja. Kalau dibilang black campign sepertinya mendekati, tapi juga bisa saja bertujuan untuk mendukung popularitas," paparnya.
Beredarnya SMS bagi-bagi pulsa melalui hand phone tersebut sepertinya dengan cepat direspon oleh tim sukses H. Dudun melalui akun face book. Dalam kolom statusnya, pihak H. Dudun membantah keras adanya isi dalam SMS yang sudah beredar dalam sepekan terakhir ini.
"Pemberitahuan kepada sahabat disekitar cianjur, apabila sahabat menerima sms berantai tentang bagi bag pulsa dari H. Dudun adalah tidak benar. Karena kami tidak pernah mengeluarkan hal itu, mungkin keluar dari orang yng ingin menyebarkan fitnah agar perjuangan untuk kemaslahatan cianjur kandas. Terima kasih," demikian tulisnya (bis)