berita2.com (Cirebon): Bupati Cirebon Drs H Dedi Supardi MM, pernah berjanji akan memperbaiki ruas-ruas jalan Wilayah Timur Cirebon (WTC) yang rusak. Namun hingga akhir bulan Juli, perbaikan itu belum juga dilakukan. Sedang dana perbaikan itu bersumber dari anggaran pusat sebesar Rp18 miliar sampai Rp24 miliar. Akibatnya, warga WTC pun kembali mempertanyakan janji Bupati Cirebon.
Dapat dibayangkan kerusakan yang dialami dibeberapa ruas jalan sudah begitu parah, bahkan yang paling parah adalah ruas jalan yang berada di sekitar pasar sayur Pabuaran Wetan, Kecamatan Pabuaran. Lubang besar tersebar di sudut jalan. Ditambah beceknya jalan karena beberapa hari ini diguyur hujan. Kondisi ini menambah jalan tersebut tambah rusak.
Herman (36), Kamis (29/7/2010) warga setempat menuntut kepada Pemkab Cirebon untuk segera memperbaiki jalan tersebut. Bukan hanya di Pabuaran, tapi seluruh jalan di WTC yang mengalami kerusakan. Keluhan juga disampaikan Ruhiyat (43), selain menimbulkan kerawanan lalu lintas juga bisa menimbulkan kemacetan yang dapat menghambat waktu para pekerja yang hendak berangkat ke kantornya. “Waktu saya habis karena terjebak macet akibat kondisi jalan yang tidak layak,” paparnya.
Dia juga merasa kecewa dengan pelayanan publik yang diberikan pemerintah Kab Cirebon dalam menyediakan sarana jalan. “Jalan itu penting sebagai akses pembangunan suatu daerah, kalau jalannya saja tidak diperhatikan bagaimana daerah bisa maju. Terlebih daerah Pabuaran dan sekitarnya adalah pintu masuk bagi para pendatang atau investor. Jangan sampai mereka batal tanam modal ke Cirebon gara-gara akses jalannya rusak,” cetusnya.
Sementara itu, berdasarkan kabar dilapangan, perbaikan itu tinggal menunggu realisasi saja. kemungkinan besar akan digelar pada bulan Agustus mendatang. “memang saya dengan akan ada perbaikan tapi kapan, dan jangan hanya sekedar janji tapi buktikan, karena kami warga WTC sudah jenuh dengan kondisi kerusakan jalan dan Permerintah harus segera tanggap, karena kami juga warganya,” ujar Rudiansyah (41) warga WTC. (Nrd)