berita2.com (Cirebon): Siapa sangka, wanita berparas cantik beranak satu yang baru berusia 20 tahunan itu harus mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Keluarga yang lain pun menjadi terperanjat setelah melihat tubuh terbujur kaku menggantung disebuah tali tampar di kamar korban.
Wanita itu bernama Fitri, korban gandir (Gantung Diri) yang mengakhiri hidupnya, Rabu (27/7/2010), sekitar puku 20.00 wib di rumahnya. Fitri yang kesehariannya selalu di rumah dan sesekali membantu orang tuanya di pasar, tergolong wanita pendiam. Dan tak banyak yang tahu apa motif kenekatan Fitri mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.
Sela pun yang baru berusia 10 bulan, putri dari pasangan Ibnu dan Fitri (almarhum), juga tak bisa menjadi saksi atas kematian ibunya. Gadis kecil yang polos ini hanya bisa menangis setelah banyak orang datang kerumah korban. Panggilan "mamah" pun tak mendapat jawaban dari ibunya yang saat itu sedang diturunkan dari tali yang mengikat lehernya.
Ketika ditelusuri ke rumah duka, di Desa Losari Kab. Cirebon, rasanya tak banyak keterangan yang didapat. Pasalnya, kepergian Fitiri yang begitu mendadak tak meninggalkan bekas atas kenekatannya itu. Namun berdasarkan cerita keluarga, Sarwo (46), sejak putri semata wayangnya lahir, Sela, Fitri kabarnya langsung ditinggalkan suaminya (pisah ranjang-red). Entah karena apa, Sarwo pun tak banyak tahu urusan keluarga Fitiri. Karena memang Fitri selalu merahasiakan urusan pribadinya. Alhasil, setelah Firtri berpulang, semua orang hanya bisa tertunduk sambil menerka-nerka dalam pikiran masing-masing apa motivasi Fitiri yang begitu nekat mengakhiri hidupnya.
Dengan mata berkaca-kaca, famili Fitri yang lain, Imah (27) menuturkan, almarhum sebenarnya adalah anak yang periang dan mudah bergaul. Disamping rajin, almarhum juga sering membantu orang lain ketika mendapatkan kesusahan. "Dia itu rajin dan mudah bergaul, hanya sayangnya Ia pendiam. Ketika ada masalah, orang lain pasti tidak tahu, Fitri lebih senang memendamnya. Kasihan Sela, gadis kecil yang belum tahu apa-apa itu, harus kehilangan kasih sayang orang tuanya," ungkapnya terbata-bata.
Sementara itu, berdasarkan keterangan warga setempat, Roni (43), Fitri diduga stress setelah sekian lama ditinggalkan suaminya. Almarhum kesehariannya mungkin terus memikirkan bagaimana masa depan anaknya dengan kondisi rumah tangga yang berantakan. Apalagi diusia Sela yang baru menginjak 10 bulan, sangat membutuhkan berbagai kebutuhan seperti susu, vitamin dan lain-lain. Selain juga masih membutuhkan kasih sayang dan perhatian orang tua baik dari ayah maupun ibunya. "Yah.. mungkin ini sudah takdir, dan perjalan Fitri memang harus demikian. Kami sebagai warga hanya bisa mendoakan semoga Sela diberikan kekuatan dan menjadi anak yang sholeh serta memiliki masa depan yang baik," paparnya. (Nrd)


















