berita2.com (Cirebon): Kalau cerita dalam sebuah film, kehadiran ninja selalu datang untuk menumpas kejahatan. Namun kali ini berbeda, seperti yang terjadi dibeberapa tempat di Kota Cirebon. Puluhan orang berpakaian serba hitam dan bercadar ala ninja, menyerang kawasan kongkow kasepuhan atau lebijh dikenal kedai teh poci, Sabtu (17/7) malam sekitar pukul 23.15.
Mereka yang datang dengan menggunakan sepeda motor, langsung meringsek ke warung dan merazia minum keras. Namun yang di dapat puluhan orang berpakaian serba hitam ini hanya sebuah bir hitam yang kemudian dipecahkan di depan para pengunjung teh poci tersebut. Karuan perbuatan pelaku ini sempat membuat kepanikan pemilik warung/kedai the poci dan beberapa pengunjung yang sedang asyik menikmati the poci. Beberapa menit kemudian, puluhan ala ninja ini pun pergi.
Namun tak disangka, puluhan ala ninja ini pun kembali beraksi, Senin malam (19/7) di salahsatu warung milik Dedi Supriadi warga Jl.Saleh Gg.Kedrunan Rt 01 Rw 07, Kel.Kesenden Kota Cirebon. Selain warungnya diobrak-abrik, Dedi pun mendapat penganiayaan dari para ninja akibat perlawanan Dedi yang hendak mencegah ulah puluhan orang berpakaian serba hitam dan bercadar ini.
“setelah puas mengobrak-abrik warung dan menganiaya Dedi, puluhan ninja ini pun langsung pergi. Entah mereka kemana lagi. Tapi kami sempat mendengar mereka mengucapkan kalimat takbir lantas menganiaya Dedi tanpa ampun. Setelah itu mereka bubar dengan menggunakan puluhan sepeda motor,” ujar Radiman (41) yang biasa nongkrong di area dekat warung korban.
Sementara itu, pihak kepolisian kabarnya sedang melakukan pengintaian dan pengejaran terhadap para pelaku. Kepolisian rupanya tak mentolerir aksi mereka yang senang main hakim sendiri. Dukungan lain pun datang dari aktivis mahasiswa era reformasi, Gugun. Menurutnya aksi yang dilakukan puluhan orang bercadar dan berpakaian serba hitam ini bisa menimbulkan ketakutan warga lainnya terutama mereka pedagang di kota cirebon.
Selain menimbulkan ketakutan juga bisa memicu perlawan warga lain sehingga berakibat bentrokan fisik. Dan kondisi ini tak baik bagi kota Cirebon yang saat ini tengah kondusif. “sebaiknya pihak kepolisian dapat segera mengungkap siapa dan atas susruhan siapa mereka berbuat seperti itu. Saya memang setuju miras di kota Cirebon hilang, namun cara-cara yang dipergunakan harus sopan, elegan dan tidak menimbulkan efek sosial yang negatif,” terangnya. (Nurudin)


















