berita2.com (Semarang): Di HP Briptu Erik ditemukan SMS yang isinya mengancam korban. Terkait SMS itu, di duga Motif di balik tewasnya Brigadir Polisi Satu Erik Dwi Widiatmoko (28), berlatar belakang asmara.
Anggota Patroli Jalan Raya (PJR) B Polda Jawa Tengah itu ditemukan tewas di depan Toko Roti Rumah Brownies, oleh juru parkir Yadi dan Suroto, dalam kondisi tubuh penuh luka sabetan senjata tajam di bagian pelipis kiri, pangkal leher sebelah kanan, dan tusukan di bagian punggung.
Saksi menemukan korban tertelungkup di depan pos satpam, berdekatan dengan tempat sampah pada Minggu kemarin sekira pukul 16.15 WIB. Saat ditemukan Erik tidak memakai seragam dinas. Dia hanya mengenakan sandal, jaket, dan celana panjang.
Menurut ke dua saksi, pelaku terdiri daru dua orang dengan ciri-ciri berbadan tegap, rambut cepak dan kulit sawo matang.
Dugaan motif asmara dikuatkan dengan pesan singkat yang masuk di ponsel korban. “Awas kamu jangan mengganggu istri kakakku lagi," demikian isi SMS yang dikirim satu jam sebelum korban tewas.
Kasus itu hingga kini masih diselidiki oleh aparat Polda Jawa Tenah. Sementara jenazah korban sudah dikirim ke Madiun untuk dimakamkan.