berita2.com (Jombang): Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Jombang, Drs. H. Kholil Dahlan, mengatakan, banyaknya beredar video mesum akhir-akhir ini memang sangatlah penting untuk diberangus dan dicegah, agar tidak berdampak buruk kepada generasi muda.
Menyikapi hal ini, MUI terus berupaya memberikan penjelasan tentang bahaya dan dampaknya video tersebut. Untuk itu, pengetahuan tentang hukum syari’at, hukum melihat, akibat dan bahaya dari beredarnya video mesum akan terus diberikan untuk memberikan penerangan kepada masyarakat, agar dapat mengantisipasi efek negatif yang ditimbulkan.
Hal ini (peredaran video mesum, red.) rencananya juga akan menjadi agenda pembahasan pada Rapat Kerja Daerah (Rakerda) II MUI Kabupaten Jombang, Selasa (29/6/2010) di aula Ponpes Mamba’ul Ma’arif, Denanyar, Jombang, yang diikuti oleh 131 peserta dari wakil MUI di masing-masing kecamatan se- Kabupeten Jombang.
Selain itu, MUI Kab. Jombang berencana menggiatkan kegiatan di wakil masing-masing kecamatan dan akan memfasilitasi untuk pendampingan kegiatan umat.
“Koordinasi antar tokoh ulama akan terus ditingkatkan, serta penerapan, penyampaian dan panduan tentang hukum islam,” kata Kholil, di sela-sela Rakerda.
Sementara itu, Wakil Bupati Jombang, Widjono Soeparno, mengatakan peran serta ulama sangatlah penting, untuk dapat membimbing, membina dan mengayomi umat muslim di Indonesia, terutama untuk mencegah bahayanya Narkoba dan video mesum yang akan merusak moral generasi bangsa. “Fungsi dan peran Ulama sangat penting untuk perkembangan Umat Muslim,” kata Widjono. (SD)