berita2.Com (Ponorogo): Mendekati Pemilu Kada Ponorogo yang akan dihelat 4 Juli 2010, Forum Masyarakat Cinta Damai (Formacida) Ponorogo, Jumat (25/6), menggelar kampanye simpatik keliling kecamatan di Kabupten Ponorogo, terkait seruan Pemilu Kada damai.
Dalam kampanye simpatik dimulai pukul 08.30, selain melakukan orasi di titik keramaian, para aktivis Formacida juga menyebarkan selebaran berisi seruan kampanye damai kepada masyarakat. Sebelumnya, puluhan spanduk tentang ajakan pemilu kada damai sudah terpampang di tepi jalan.
“Formacida terpanggil untuk mengambil peranan dalam pemilu kada, guna menjaga kebersamaan dan persatuan selama maupun pasca pemilukada.,” ujar Tri Joko, aktivis Formacida Ponorogo, dalam orasinya saat kampanye simpatik keliling, Jumat (25/6/2010).
Formacida juga mengajak kepada semua peserta Pemilu kada untuk menjunjung asas demokrasi dan memelihara stabilitas daerah guna menyukseskan pelaksanaan pesta demokrasi. Sisi lain juga mengajak agar masyarakat gunakan hak suaranya. Karena satu suara itu menentukan pemimpin daerah ke depan.
“Pilihlah pemimpin daerah berdasarkan hati nurani. Harapan kita semua, pemilu kada berlangsung aman dan damai sehingga dapat menjadi contoh bagi daerah lain,” timpal Siska, aktivis perempuan Formacida.
Sementara itu, M. Adi Saputro Koordinator Formacida Ponorogo, menilai suhu politik dalam pelaksanaan Pemilu kada diperkirakan akan berlangsung dalam tensi yang tinggi. Sehingga kemungkinan terburuk terjadi konflik antar pendukung peserta Pemilu kada perlu diantisipasi, dengan kesadaran bersama untuk mengedepankan kepentingan stabilitas daerah secara umum.
“Pemilu Kada aman, rakyat menang. Ini yang harus kita sadari bersama. Jangan sampai kita semua terbawa arus kepentingan sesaat yang dapat berakibat buruk bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara,” ujar Adi mengingatkan.
Kegiatan kampanye simpatik keliling dilakukan selama tiga hari dan sesuai rencana Sabtu (26/6) akan melakukan aksi serupa di alon-alon dan diteruskan keliling di wilayah Kota Ponorogo.
“Kita juga membagikan bunga mawar sebagai simbol perdamaian. Prinsip, kita mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak menggunakan cara-cara kekerasan atau amuk massa dalam menyikapi berbagai persoalan terjadi dalam Pemilukada,” tandasnya. (AB)


















