berita2.com (Ponorogo): Angka buta aksara dan putus sekolah di Kabupaten Ponorogo tahun 2010 cukup tinggi. Data terbaru Dinas Pendidikan setempat menyebutkan, buta aksara masih mencapai 14 ribu warga.
“Sesuai data yang masuk jumlahnya 14 ribu. Paling banyak usia 45 tahun dan di bawahnya hanya sedikit,” kata Heru Tjahyo, Kabid Dikluspora kepada wartawan.
Dijelaskan, dari 21 kecamatan yang ada di Ponorogo, jumlah terbesar buta aksara adalah Kecamatan Ngrayun, Badegan, Ngebel dan Jambon. “Rata-rata daerah pelosok yang sulit dijangkau,” terangnya.
Sedangkan angka putus sekolah terutama terdapat di daerah Kecamatan Sawo, Sukorejo dan Siman. Penyebabnya, karena malas dan letak sekolah yang sangat jauh.
“Mereka puas hanya lulus SD atau SMP. Dan tentunya ada program sekolah gratis atau PKH yang terus digerakkan,” ujarnya. Kendati demikian, pihaknya mengaku berusaha keras menuntaskan masalah ini. Termasuk dengan membuat berbagai program, baik dari pusat maupun daerah.
“Jumlah yang mendapatkan program keaksaraan fungsional (KF) tahun 2010 sekitar 8 ribu peserta, yang anggarannya berasal dari APBN dan BKK,” harapnya. (AB).