berita2.Com (Ponorogo): Forum Masyarakat Cinta Damai (Formacida) Ponorogo mengajak seluruh elemen masyarakat, menjadikan Kabupaten Ponorogo sebagai Zona pemilu kada damai dan tanpa kekerasan.
Meski tahapan pemilu kada yang saat ini sedang berjalan (kampanye.red) berjalan dengan lancar, namun bukan jaminan tidak adanya potensi kerawanan.
"Dalam banyak hal, tidak jarang dalam pemilu kada itu terjadi gesekan-gesekan kepentingan dari masing-masing calon. Jika ini tidak segera diambil antisipasi, maka bisa berujung pada kerusuhan di lapangan," terang koordinator Formacida Ponorogo, M. Adi Saputro saat menggelar diskusi kecil di Posko Formacida, Rabu (23/6/2010).
Menurutnya, kampanye pemilu kada bukan ajang untuk perang logistik dan perang pendukung. Tetapi bagaimana menyampaikan program yang bisa dijalankan jika terpilih untuk menyejahterakan rakyat.
Beberapa kasus kerusuhan pemilu kada yang terjadi di Mojokerto dan sejumlah daerah lain, tambahnya, sudah cukup menjadi pelajaran. Karenanya, bilamana pemilu kada itu tidak di-manage dengan baik, maka sangat rentan terjadi konflik.
“Jika konflik telah terjadi, praktis biaya politik dan sosialnya sangat besar. Jangan sampai itu terjadi di Kabupaten Ponorogo,” ujarnya.
Sebab itu, Formacida mengajak para pasangan calon bupati dan wakil bupati, juru kampanye, simpatisan dan seluruh pemangku kepentingan untuk melaksanakan kampanye secara santun, elegan dan bermartabat serta bebas dari ancaman maupun intimidasi.
“Prinsip jangan ada segala macam bentuk adu domba terhadap rakyat. KPUD, Panwas Pilkada juga harus tegas dan netral. Agar pesta demokrasi ini berlangsung aman dan damai, tidak ada kekerasan,” tambahnya lagi. (AB)