berita2.com (Ponorogo): Memasuki masa kampaye putaran kedua, Senin (21/6/2010), bagi pasangan Muhadi Suyono--Yusuf Pribadi (Hayu) yang diusung PKB, PDIP dan PKS mendatangkan juru kampaye nasional (Jurkamnas) Rieke Diah Pitaloka atau dikenal Oneng, sekaligus anggota Komisi IX DPR RI dari PDIP. Bahkan, Rieke juga ikut membagikan brosur perjuangan dan komitmen pasangan Hayu, jika memimpin Kabupaten Ponorogo nanti.
Berangkat dari Hayu Center di Jalan Batoro Katong, Reike dan Muhadi-Yusuf langsung menemui para pedagang Pasar Songgalangit. Selain bertatap muka secara langsung untuk menyampaikan berbagai program pro rakyat juga melakukan dialog untuk menampung aspirasi para pedagang dan masyarakat.
Di Pasar Songgalangit, para pedagang menyampaikan dukungan penuh dan harapan kepada pasangan Hayu, jika memimpin Kabupaten Ponorogo kembali. Pasalnya, selama lima tahun memimpin Kabupaten Ponorogo (Muhadi Sujono) dapat merasakan kemajuan pesat terkait kondisi tergolong nyaman dan keamanan pasar.
”Kami merasakan pembangunan, keamanan dan kebersihan pasar sangat baik. Namun demikian, para pedagang menghendaki peningkatan ditahun akan datang, syukur-syukur pasar diperbaiki,” ujar Sumiati, salah satu pedagang diamini rekan-rekannya penuh harap.
Menanggapi permintaan itu, Muhadi juga Bupati Ponorogo ini menyatakan tidak bisa memberikan janji muluk, tapi berusaha dengan kemampuan yang ada.
”Saya berusaha meningkatkan perekonomian rakyat, salah satunya meningkatkan kesejahteraan pedagang, ” ujarnya. Lalu, Rieki Diah Pitaloka mengatakan program pasangan Hayu untuk 5 tahun kedepan dinilai pro rakyat seperti peningkatan pembangunan dan perlindungan pasar tradisional merupakan prioritas utama.
”Pasar Songgolangit merupakan salah satu pasar tradisional terbersih yang pernah saya kunjungi selama ini,” ujarnya mendapat aplaus para pedagang.
Setelah dari Pasar Songgolangit, rombongan melanjutkan bertemu dengan para pedagang hewan di Pasar Siman. Setelah berdialog dan menyampaikan visi dan misi, rombongan bergerak menuju Pasar Sumoroto. Di sana, Oneng dan Muhadi Suyono berkomitnen dengan para pedagang untuk memajukan pasar tradisional mulai tergeser keberadaannya dengan pasar modern demi meningkatkan pendapatan rakyat. (AB)


















