berita2.com (Madiun): Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Madiun harus kerja keras menggenjot layanan air minumnya, agar mampu mencapai target Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs) pada tahun 2013 sekitar 60 persen penduduk pedesaan. Sayangnya, saat ini PDAM baru mampu memenuhi 22.800 pelanggan penduduk pedesaan atau sekitar 21,58 persen.
Subiyantoro, Direktur PDAM Kabupaten Madiun mengatakan, untuk memenuhi kekurangan target sekitar 40 persen tersebut, pihaknya kini tengah melakukan terobosan. Termasuk mencari bantuan dari pemerintah pusat. Perluasan jaringan pelayanan, dan penambahan 1500 sambungan rumah air kepada pelanggan baru berasal dari 13 unit pelayanan.
“Guna menunjang cakupan pelayanan, tahun ini pula PDAM akan menambah lagi unit pelayanan baru di Wonoasri dan Sawahan, Karena cakupan pelayanan kami masih relatif kecil,” terang Subiyantoro.
Sedangkan anggaran untuk pembangunan unit pelayanan baru tersebut diperkirakan akan menelan dana sekitar Rp. 2,4 miliar. Dana sebesar itu, lanjutnya, akan dipergunakan untuk penambahan jaringan, pengadaan sumur bor, genset dan kantor unit pelayanan baru. Sedangkan untuk saat ini, daftar tunggu sambungan baru di Wonoasri sudah mencapai 900 pelanggan. “Dengan membangun unit pelayanan baru, diharapkan kita mampu penuhi target pemerintah pusat,” ujarnya. (AB)