berita2.com (Semarang): Baru tiga bulan keluar dari penjara, seorang residivis kasus pencurian sepeda motor nekat kembali melakukan kejahatan serupa. Alih-alih mendapatkan sepeda motor, pelaku justru dihajar oleh massa.
Tersangka bernama Purwadi (22), warga Desa Pragi, Kecamatan Guntur, Demak. Ia tertangkap tangan mencuri Yamaha Mio H 3192-TP milik Wahyuni (24), warga Kalipancur, Ngaliyan, Selasa (15/6) sekitar pukul 13.45 WIB.
Kejadian bermula ketika korban menjemput temannya di Pasar Johar. Dia memarkirkan sepeda motornya kemudian menunggu di sebuah warung yang jaraknya hanya tiga meter. Tak lama berselang, Wahyuni mendengar suara ''klotak'' dan melihat seorang pria mendekati sepeda motornya. Korban yang merasa curiga lantas mendekati pria tersebut.
Pelaku yang tidak tahu kalau wanita itu adalah pemilik sepeda motor justru menegur, "Ada apa Mbak?". Wahyuni pun balik bertanya, "Ada apa Mas?". Bukannya mengurungkan niat, Purwadi malahan nekat mencuri sepeda motor itu. Pelaku merusak kontak dengan sebatang besi kemudian dikaitkan dengan sebuah obeng ketok.
"Tersangka menuntun sepeda motor itu di hadapan korban. Saat itu juga korban berteriak minta tolong dan warga berdatangan," kata Kapolsek Semarang Tengah, AKP Prayitno, Selasa (15/6) seperti dilansir suaramerdeka.com.
Warga yang merasa geram dengan aksi pencurian sepeda motor yangakhir-akhir ini kian marak langsung menghajar Purwadi. Pelaku mendapat bogem mentah pada bagian wajah hingga babak belur. Tim reskrim dipimpin Iptu Rio Martin yang sedang melakukan patroli berhasil mengamankan tersangka dari amukan massa.
Sementara itu, Purwadi mengatakan, pencurian itu dilakukan bersama temannyam Darwanto, yang hingga kini masih dalam pengejaran polisi.
Saat peristiwa berlangsung, Darwanto menunggui dari jarak 20 meter dari tempat kejadian perkara (TKP). Purwadi yang pernah mendekam di jeruji besi selama 15 bulan di Bekasi ini mengaku telah beberapa kali mencuri sepeda motor. Sasarannya adalah kendaraan merek Yamaha, seperti Mio, Vega, dan Jupiter.
"Selain mudah mencurinya, sepeda motor jenis itu mudah dijual. Kali terakhir saya mencuri di Grobogan dan saya jual laku seharga Rp 1,2 juta," ujar bapak satu anak yang badannya dipenuhi tato ini.


















