berita2.com. (Subang): Kontruksi baja pembangunan pabrik Garment di Subang, Jawa Barat, Selasa Siang (8/6/2010), tiba-tiba roboh ketika sedang dibangun. Empat pekerja tewas seketika, sedangkan belasan lainnya luka-luka.
Peristiwa itu terjadi di Desa Gembor Kecamatan Pagaden, Kab Subang, Selasa (8/6) Pukul 10.25 WIB. Akibat persitiwa itu, empat buruh yang sedang bekerja di bawah kontruksi tersebut tewas seketika tertimpa runtuhan baja. Sementara belasan buruh lainnya menderita luka berat dan ringan.
Tiga buruh yang meninggal dunia di bawa ke RSUD Ciereng. Mereka adalah Dani (25), Ade Hidayat (36), dan Asep Sule (25) semuanya warga Dusun Cibuluh Wetan, Kel. Parung, Kec. Subang. Sedangkan, satu buruh tewas dibawa ke Rumah Sakit PTPN yakni Aman (25) juga warga Dusun Sadang, Kel. Parung, Kec. Subang.
Sementara itu satu korban kritis, Aris (19), juga warga Cibulu Wetan, Kel. Parung dilarikan ke RSHS Bandung. Selebihnya korban luka-luka dirawat di RSUD Ciereng. Mereka adalah Nacim (55), warga Desa Haniwung, Kec. Pagaden, Edit (36), warga Cibuluh wetan, Karyo (30, Wraga Cibuuh Wetan, Ade Wahyu ((26), warga Desa Palasari, Kec. Cijambe, Haris (17), warga Cibuluh Wetan, Yadi (37) warga Gembor Pagaden, Jejen (17) warga BTN Gembor, Samir (60), Atang(25) Warga Gembor, Cakra (25) Warga Gembor dan Arif (23) warga Cibuluh Wetan
Dari keterangan di lokasi kejadian, saat peritiwa terjadi sekira seratus buruh tengah bekerja meratakan tanah di bawah kontruksi. Di tempat yang sama terdapat satu alat berat yang juga dipergunakan untuk meratakan tanah. Sedangkan tiga buruh lainnya berada di atas memasang sejumlah besi palang.
“Ketika kontruksi runtuh cuaca sedang normal. Entah mengapa tiba-tiba kontruksi itu tiba-tiba berderak dan ambruk dari arah Barat ke Timur,” ujar Kepala Pekerja Grup Baja, Oman Suherman.
Menurut dia, saat peristiwa berlangsung sebagaian besar pekerja sedang berada di areal bagian Timur, sehingga mereka bisa segera menyelematkan diri. Namun sebagain lagi terlambat lari hingga akhirnya tertimpa kerangka bangunan.
Dikatakan juga, luas bangunan pabrik yang sedang dikerjakan adalah 64 meter kali 136 meter persegi. 432 meter persegi di antaranya akan dibuat dua lantai untuk ruangan kantor.
Menurut dia, konsultan pemasangan kerangka baja itu berasal dari Korea yakni Mr. Ching yang bekerja di bawah naungan PT Trocons. Sementara pemilik pabrik itu dalah PT Kwang Lim Yh Indah. “Saat peristiwa terjadi, konsultan berada di lokasi. Kami bekerja menjalankan instruksi dari dia,” ujar Oman.
Sementara itu, Kepala Kepolisian Resort Subang Ajun Komisaris Besar Dadang Hartanto yang ditemui di lokasi kejadian menyebutkan, sejauh ini pihaknya belum bisa menyebutkan penyabab dari peristiwa itu.
Namun demikian, pihaknya akan segera mendatangkan tim ahli dari ITB dan Pusat Laboratorium Forensik (Pulabfor) Markas Besar Kepolisian (Mabes Polri) guna meneliti penyebab kejadian itu.“Sebagai langkah awal, kami telah mengamankan dua mandor dan sejumlah pekerja untuk dimintai keterangan sebagai saksi,” kata Kapolres.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kab. Subang, H. Umar menyebutkan, peristiwa itu diduga terjadi akibat kontruksi pondasi yang rapuh. Hal itu terihat dari tercabutnya sejumlah besi pondasi oleh kontruksi baja yang roboh.“Lihat saja, besi dalam beton pondasi ini tidak sesuai standar. Bahkan besi cincinnya sangat kecil dan jarang. Kalau kontruksi bajanya sih sudah bagus,” kata H. Umar.
Bupati Subang Eep Hidayat yang juga datang lokasi kejadian, menyatakan siap membantu membongkar kerangka baja yang ambruk tersebut. Namun untuk melakukan hal itu, pihaknya perlu mendapatkan ijin dari pihak Kepolisian.
Di tempat terpisah Kepala Badan Penanaman Modal dan Perijinan (BPMP), Reny T.W. kepada Wartawan mengatakan, pabrik yang sedang dibangun memiliki nilai investasi sebesar Rp 40 miliar dan didirikan di atas lahan bekas areal pesawahan selaus lima hektare.“Jika terwujud, pabrik itu bakal menyerap tenaga kerja seabnyak 2000 pekerja,” kata Reny T.W. (adang suryana)


















