berita2.com.(Subang): Kasubag Kepegawaian Dinas Pendikan Kabupaten Subang,Jawa Barat Dedi Soepriadi mengatakan empat tahun kedepan, Kabupaten Subang bakal kehilangan ratusan guru, tidak tanggung-tanggung, jumlahnya mencapai 888 orang.
Hal ini terjadi karena usia guru tersebut memasuki masa pensiun. Jika tidak diimbangi dengan pengangkatan guru baru, niscaya jumlah guru dengan status PNS di Kabupaten Subang akan semakin kurang, ujar Dedi kepada wartawan Jumat (4/6/2010).
“Pada tahun 2009 lalu guru yang akan berhenti bertugas karena usia, berjumlah 117 orang dan pada tahun ini ada 160 orang. Sementara pada tahun 2011 guru yang pensiun berjumlah 195 orang, tahun 2012 ada 208 orang dan pada tahun 2013 ada 208 orang guru yang genap berusia 60 tahun, sehingga mau tidak mau harus berhenti mengajar,”jelasnya.
Dedi menambahkan, dari tahun ke tahun, jumlah pengangkatan tenaga pendidik selalu tidak sebanding dengan jumlah guru yang pensiun. Akibatnya, guru negeri di Kabupaten Subang selalu menyusut. Semenara pengangkatan guru negeri rata-rata hanya 100 orang per tahun.
“Agar proses kegiatan belajar mengajar (KBM) tidak terhambat oleh kondisi tersebut, akhirnya Kami mengandalkan tenaga para guru suka relawan (Sukwan) untuk mengajar di sekolah-sekolah negeri. Padahal, para guru sukwan itu hanya mendapatkan honor jauh di bawah upah minimum kabupaten (UMK),”tambahnya.
Sementara untuk membayar honor para guru sukwan itu pun, tambah Dedi, diserahkan sepenuhnya kepada kebijakan masing-masing kepala sekolah. Sebab, pihak Pemkab sudah tidak boleh lagi mengeluarkan dana untuk membayar para tenaga sukwan.
“Hingga kini, jumlah guru sukwan di Kabupaten Subang berjumlah tidak kurang dari 7.000 orang. Beberapa di antaranya sudah ada yang mengabdi hingga belasan tahun, namun tak kunjung diangkat menjadi guru PNS,”ujar Dedi. (adang)