berita2.com (berita2.com): Terjadi di Pantura Subang dikabarkan sedikitnya 4 orang pekerja perusahaan rekanan Pertamina PT Bukitafit Bumi Persada (BBP), yang sedang membersihkan saluran pipa di lokasi pengeboran minyak di Dusun Wangunreja, Desa Rancabango, Kec. Patokbesi, Subang, Senin sore (31/5) sekitar pukul 16.00 WIB, ditemukan tewas.
Menurut keterangan, korban tewas Sarifudin (30), warga Desa Cikawul, RT 04/RW
04, Kec. Bantargebang, Bekasi; Sutanto Hermawan (35), warga Desa Kedokan Agung, Kec. Kedokan Bunder, Kab. Indramayu; Maiwandi (25), warga Blok Wetan, Kec. Gabus Wetan, Kab. Indramayu; dan Faisal (28), warga Citayem, Kota Depok.
Sementara korban selamat diketahui bernama Jaya (30), warga Indramayu.Korban tewas langsung dibawa ke Balai Pengobatan Sang Hyang Seri dan Puskesmas Sukamandi, Ciasem. Sedangkan korban selamat dirujuk ke RS Bhayangkara Kab. Indramayu.
"Korban diduga kuat keracunan gas karena mengeluarkan busa dari mulutnya. Selain itu, dari sekitar hidung dan mulut korban masih tercium bau gas yang cukup menyengat," kata Erman, salah seorang rekan korban kepada wartawan.
Menurut Erman, kejadian itu bermula ketika sejumlah karyawan PT BBP tengah melakukan perawatan saluran pipa di sumur minyak milik Pertamina. Saat itu mereka tengah memasukkan sejenis bahan kimia ke dalam sumur agar minyak bisa mengalir lancar ke permukaan. Tetapi entah mengapa sebuah saluran pipa yang menghubungkan sumur ke tangki bahan kimia mendadak tersumbat. Korban Sarifudin yang merasa penasaran, masuk ke dalam tangki bahan kimia untuk mencari sumber penyebabnya.
Rekan-rekannya lalu melihat korban pingsan, sehingga mereka pun berusah menolong. Tapi empat pekerja lainnya yang masuk ke dala tangki, ternyata ikut pingsan dan terjebak di dalamnya."Saya beberapa kali masuk ke dalam tangki untuk mengangkat tubuh mereka. Namun baru beberapa menit di dalam, kepala terasa pusing dan mata rasanya berkunang-kunang," ujar Hartono, rekan kerja korban yang selamat.
Korban pertama yang berhasil dikeluarkan adalah Jaya. Dia langsung mendapatkan bantuan pernapasan buatan hingga akhirnya siuman. Namun nahas bagi empat pekerja lainnya, yang saat ditemukan dan diangkat dari dalam tangki sudah dalam keadaan meninggal dunia.
Satreskrim Polres Subang Periksa 3 saksi. Jajaran Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resort (Satreskrim Polres) Subang mengaku tengah memeriksa tiga orang saksi terkait tewasnya empat pekerja rekanan Pertamina, PT Bukitafit Bumu Persada (BPP), di lokasi sumur minyak Dusun Wangunreja, Desa Rancabango, Kec. Patokbesi.
Ketiga saksi tersebut adalah rekan korban yang berupaya memberikan pertolongan dan sempat masuk ke dalam tangki bahan kimia. Demikian dikatakan Kapolres Subang Ajun Komisaris Besar Dadang Hartanto di dampingi Kasat Reskrim Ajun Komisaris Ismanto, ketika ditemui di Mapolres, Selasa (1/6/2010).
”Pemeriksaan dilakukan di Mapolsek Patokbesi untuk mempermudah penjemputan para saksi tersebut,” kata kapolres. Menurut Kapolres Subang, pihaknya telah meminta bantuan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Markas Besar Kepolisian Republik
Indonesia (Mabes Polri) bagian Toxiologi untuk mennyelediki kasus itu secara mendetil.
Guna keperluan tersebut, pihak Polres telah mengirim surat ke pihak Puslabfor. Namun, sejauh ini pihaknya belum memperoleh kepasatian kapan tim Puslabfor bisa datang ke lokasi kejadian. “Kami juga telah mengirim mayat para korban ke RSUD Karawang untuk dioutopsi. Dengan demikian penyebab kematian mereka bisa diketahui secara akurat,” kata kapolres. (adang suryana)


















