Tangerang, (berita2.com) : Sebanyak 10 titik rawan banjir harus diwaspadai warga Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, pada musim penghujan kali ini, kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Tangsel Adolf Malonda, Senin.
Sepuluh titik tersebut yaitu kompleks Cempaka Putih Ciputat, Pondok Ranji Ciputat, Pondok Cabe Pamulang, Pamulang II Pamulang, Pondok Aren, Pondok Hijau Pondok Aren dan Ciater Serpong serta Pamulang Indah, Setu, Tangsel.
"Memasuki musim penghujan 2009, ada 10 titik rawan banjir yang patut diwaspadai warga Tangsel,"ujar Adolf.
Seluruh titik itu, katanya menjadi langganan banjir setiap tahun jika curah hujan cukup tinggi.
Ketinggian air bervariasi sekitar 120 centimeter (cm) hingga 150 cm yang terjadi di 10 titik rawan banjir tersebut.
"Biasanya banjir terjadi di perumahan dan perkampungan rumah warga yang berdampingan dengan perumahan karena tidak memiliki saluran air yang memadai," katanya.
Dia mengatakan penyebab utama banjir di kawasan tersebut adalah buruknya drainase dan minimnya daerah resapan air.
Bahkan, seluruh badan jalan pada titik rawan banjir tidak memiliki saluran air dan kemungkinan besar air akan luber ke jalan ketika hujan turun.
Tahap yang sedang dilakukan Dinas PU Tangsel yakni melakukan perbaikan drainase untuk menanggulangi peningkatan debit air saat turun hujan deras.
"Tidak hanya perbaikan drainase, sejumlah situ juga dikeruk agar volume airnya tidak menyebar ke jalan dan rumah warga," katanya.
Di tempat terpisah Staf Ahli Wali Kota Tangsel Ayi Ruhiyat mengatakan pemerintah daerah sedang mengkaji rencana tata ruang wilayah atau RTRW untuk menata kawasan perumahan agar terhindar dari banjir.
Mantan Asisten Daerah (asda) II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kota Tangsel itu menguraikan setiap perumahan harus menyediakan lahan 20 persen sebagai fasilitas umum dan fasilitas khusus seperti ruang terbuka hijau.(*un)


















