berita2.com: Dua siswi salah satu SMA di Kota Sidoarjo mengalami nasib yang paling sial di antara nasib seluruh pelajar lainnya. Bayangkan setelah hamil akibat diperkosa, mereka terancam tidak bisa ikutsebut ujian nasional (UN) 2010.
Kedua gadis itu, adalah murid kelas 3 di salah satu SMA Kota Sidoarjo, hamil akibat diperkosa pacarnya sendiri dan kini mengandung lima bulan.
Wakil Ketua Pusat Perlindungan Perempuan dan Anak (P3A) Sidoarjo, Suagustono menyatakan akan terus memberikan bantuan dan dukungan agar dua siswi itu bisa ikut UN.
“Kita melakukan pendampingan dan berharap agar dua siswi yang sejak kasus pemerkosaan 6 bulan lalu sudah kita dampingi bisa ikut UN. Karena ternyata keduanya tidak terdaftar ikut UN di sekolahnya,” ujar Suagustono di kantornya, Sidoarjo, Kamis (18/3/2010).
P3A, akan mengupayakan jika dua siswi itu tidak dapat ikut UN, paling tidak kedua korban perkosaan tersebut diikutkan dalam ujian susulan atau kejar paket.
“Untuk itu kami akan mendatangi Dikkab dan sekolah di mana siswi itu sekolah untuk melakukan pendekatan,” tegasnya.
Sementara itu, Kabid Pendidikan Menengah Umum (Menum) Dikkab Sidoarjo, Anik Kadarwati, mengaku belum mengetahui kalau ada siswi yang hamil dan tidak didaftarkan ikut UN.
“Kalau siswi itu tidak didaftarkan ikut UN, tentunya tidak bisa ikut ujian,” ucapnya.
Namun, lanjut Anik, jika sudah didaftarkan ikut UN, meski siswi itu hamil tetap boleh ikut ujian. Sebab, tidak ada aturan yang melarang siswi hamil untuk tidak boleh ikut UN.