"Penanganan hulu sungai dan anak Sungai Citarum membutuhkan anggaran Rp3,4 triliun. Pelaksanaanya harus melibatkan semua pihak dan dilakukan secara konsisten," kata Gubernur Jawa Barat H Ahmad Heryawan di Bandung, Rabu (3/3).
Menurut Gubernur, untuk mengatasi banjir, kawasan hulu harus dibenahi dulu secara menyeluruh, salah satunya dengan memperbaiki vegetasi hutan.
Gubernur Heryawan menyebutkan, ada tiga hal yang perlu diperhatikan dalam penanganan banjir di cekungan Bandung yakni filosofis, normatif dan sosial budaya.
"Secara filosofis beberapa pilihan dalam penanganan banjir di Bandung yakni memindahkan penduduk dari lokasi banjir, memindahkan banjir dari permukiman penduduk atau hidup nyaman bersama banjir," kata Heryawan.
Dari sisi normatif ada dua metode yakni struktural dengan konstruksi teknik sipil dan nonstruktural melalui manajemen daerah rawan benmcana dan manajemen hulu sungai.
"Dari sisi sosial budaya, lebih memfokuskan pada masalah kearifan lokal, pengalihan mata pencaharian dan mengubah perilaku masyarakat," katanya.
Sementara itu, proposal anggaran penanganan banjir yang diajukan Pemprov Jabar antara lain untuk menggulirkan konservasi di tujuh sub daerah aliran sungai (DAS) Citarum hulu dengan kebutuhan dana senilai Rp1,5 triliun.
Relokasi perumahan di Cieunteung, Dayeuhkolot dan Citerpus senilai Rp286 miliar, normalisasi sembilan anak sungai Citarum sebesar Rp312 miliar, normalisasi dan pengerukan sungai Sapan - Pananjung senilai Rp125 miliar.
Selain itu juga mengalokasikan dana untuk pembenahan drainase senilai Rp50 miliar, revitalisasi permukiman dan infrastruktur bantaran sungai senilai Rp55 miliar, pembangunan waduk dan kolam retensi senilai Rp1,02 triliun dan sisanya senilai Rp5 miliar untuk pembangunan area evakuasi dan sosialisasi.
"Dana tersebut akan digunakan untuk kegiatan dalam kurun waktu 2010 hinggan 2011," kata Heryawan. (U.
(*RHJ)
































