Malang, (berita2.com) : Dinas kebersihan dan pemakaman (DKP) Kota Malang, Jawa Timur, mengancam tidak akan mengangkut sampah rumah tangga di lingkungan daerah itu, jika masyarakat tidak memisahkan antara sampah organik dan nonorganik.
Kepala DKP Kota Malang Wasto, Senin, menegaskan, limbah sampah domestik (rumah tangga) ini harus dipilah antara yang organik dan nonorganik, termasuk yang layak jual seperti plastik dan botol yang selama ini "dibersihkan" oleh pemulung.
"Kalau tidak dipilah (dipisah) petugas kebersihan tidak akan mengankut sampah tersebut. Ini sebagai konsekuensi dan komitmen kami yang dalam waktu dekat ini menyediakan tempat sampah organik dan nonorganik atau sampah basah dan kering," ucapnya menegaskan.
Menurut mantan Kabag Hukum Pemkot Malang itu, gerobak sampah yang jumlahnya sekitar 150 unit tersebut, memang masih belum didesain khusus untuk memilah sampah organik dan nonorganik.
Namun, dalam waktu tidak lama, selain gerobak sampah yang dikendalikan pasukan kuning (paskun), tempat sampah yang ada di lingkungan warga juga sudah ada pemilahan.
Ia mengakui, kewajiban pemilahan sampah organik dan nonorganik tersebut masih dalam proses sosialisasi tingkat kecamatan, belum menyeluruh hingga RT dan RW.
Pemilahan jenis sampah tersebut, juga untuk memudahkan petugas di tempat pembuangan sementara (TPS) dalam mengelola sampah menjadi kompos sebagai upaya mengurangi volume sampah yang dibuang di tempat pembuagan akhir (TPA) Supit Urang.
Setelah diolah menjadi kompos di TPS, lanjutnya, paling tidak yang dibuang ke TPA tinggal 15-20 persen saja, sehingga TPA yang ada juga tidak cepat penuh.
Tidak adanya pemilihan sampah mulai di tingkat rumah tangga tersebut, tutur mantan Asisten I Sekkota Malang itu, menjadi salah satu "jebloknya" penilaian tingkat kebersihan dalam upaya meraih piala Adipura.
"Oleh karena itu, kami sekarang merancang program pemilihan sampah mulai di tingkat rumah tangga hingga di TPA dan sampah domestik pun juga harus dipilah. Kalau tidak, jangan harap petugas kebersihan mau mengangkut sampah tersebut," tegasnya.(*un)
































