Lebak, (berita2.com) : Warga Baduy di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten, sangat mengharapkan bantuan para donatur untuk pembangunan rumah yang terbakar Oktober 2009 , karena hingga kini belum dilaksanakan karena tidak memiliki dana yang cukup.
"Selama ini, kami tinggal di gubuk darurat dengan ukuran relatif kecil," kata Kepala Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Dainah, Sabtu (2/1).
Dainah mengatakan, warga Baduy yang menjadi korban kebakaran tinggal di Kampung Kaduketug, dengan penduduk 148 kepala keluarga dan jumlah rumah yang hangus sebanyak 113 unit.
Mereka saat ini sangat membutuhkan uluran tangan untuk kembali membangun rumah yang terbakar itu termasuk lumbung padi. Sejauh ini, mereka tinggal di gubuk-gubuk sementara dengan kondisi tidak layak huni.
Pemerintah Kabupaten Lebak telah memberikan bantuan berupa uang sebesar Rp500 ribu per kepala keluarga (KK) dan pemerintah Provinsi Banten sebesar Rp600 ribu per KK.
Bantuan sebesar itu, kata dia, tentu tidak mencukupi untuk membeli bahan bangunan seperti kayu, paku, atap, dinding yang terbuat dari bambu dan lainnya.
Oleh karena itu, pihaknya berharap masyarakat yang mampu secara ekonomis maupun para donatur yang baik hati mau peduli untuk memberikan bantuan membangun eumah yang hangus terbakar itu. Saat ini, ujar dia, dari sedangkan penghuni lainya masih menempati gubuk sementara yang tidak layak huni itu.
"Kami khawatir warga yang tinggal di gubuk sementara itu terserang penyakit," ujar Dainah yang juga merupakan kepala pemerintahan Suku Baduy.
Sementara itu, seorang Baduy warga Kaduketug, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Hasan(45) mengaku dirinya saat ini merasa bingung setelah rumah miliknya yang terbakar itu belum dibangun kembali karena tak memiliki dana.
"Selama ini kami dan keluarga hidup tidak tenang karena menghuni gubuk darurat itu," katanya.
Dia menambahkan, kebakaran itu berawal dari tungku atau tempat memasak milik salah satu rumah yang ditinggal penghuninya. Semua korban kebakaran adalah warga Kaduketug, Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak. Kebakaran selain menghanguskan lumbung padi juga perabotan rumah tangga.
"Diperkirakan musibah ini warga mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah," katanya.(*un)


















