Yogyakarta, (berita2.com) : Pengangguran terbuka di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Agustus 2009 diperkirakan berjumlah 121.000 orang, bertambah sekitar 13.500 orang jika dibandingkan dengan Agustus 2008 yang hanya 107.500 orang.
"Pengangguran terbuka di DIY tersebut paling banyak terdapat di Kabupaten Sleman yang diperkirakan berjumlah 42.600 orang, dan paling sedikit di Kabupaten Kulonprogo sebanyak 9.600 orang," kata Kepala Bidang Statistik Sosial Badan Pusat Statistik (BPS) DIY Rahmawati di Yogyakarta, Kamis (3/12).
Ia mengatakan, di seluruh kabupaten/kota di DIY tingkat pengangguran terbuka menunjukkan peningkatan pada periode Agustus 2008 hingga Agustus 2009 dan di antara penduduk yang sudah bekerja masih terdapat setengah pengangguran, yakni waktu kerjanya kurang dari 35 jam sepekan.
"Pada Agustus 2009 jumlah setengah pengangguran di DIY sebesar 23 persen dari orang yang bekerja atau sekitar 436.000 orang, dan dari jumlah itu sekitar 13 persen tergolong setengah pengangguran suka rela dan 10 persen tergolong setengah pengangguran terpaksa," katanya.
Ia mengatakan, jumlah penduduk DIY yang bekerja pada Agustus 2009 diperkirakan sebanyak 1,9 juta orang, bertambah sekitar 3.000 orang jika dibandingkan dengan Agustus 2008. Mereka bekerja di berbagai sektor.
Mereka yang bekerja di DIY, menurut dia, paling banyak di sektor pertanian, perikanan, perkebunan, kehutanan, dan perburuhan sebesar 30,1 persen dari total jumlah penduduk yang bekerja, diikuti sektor perdagangan, rumah makan, dan jasa akomodasi sebesar 24 persen.
"Sektor lain yang yang memiliki peran cukup berarti adalah jasa kemasyarakatan, sosial, dan perorangan yang diperkirakan sebesar 17,7 persen dari total jumlah penduduk yang bekerja di DIY, diikuti sektor industri sebesar 12,5 persen," katanya.
Ia mengatakan, angka pengangguran dan penduduk yang bekerja di DIY itu merupakan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) selama setahun, yakni Agustus 2008 hingga Agustus 2009.(*un)































