Lebak, (berita2.com): Banjir yang melanda empat kecamatan di Kabupaten Lebak, Banten, sejak Rabu dinihari menyebabkan dua orang warga Kecamatan Kalanganyar meninggal.
"Saat ini mayat korban sudah ditemukan dan belum ada warga setempat yang mengaku keluarganya," kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP Pemkab Lebak, Yayat Supriyatna.
Yayat mengatakan, korban yang belum diketahui identitasnya itu sehari-hari sebagai penambang pasir.
Kedua orang itu setiap hari melakukan kegiatan penambangan pasir di sungai Cisimeut.
Kemungkinan korban diterjang banjir saat menjalankan aktivitas penambangan karena arus sungai cukup deras.
Saat ini mayat korban dibawa ke rumah sakit umum daerah (RSUD) dr Adjidarmo Rangkasbitung sambil menunggu keluarga korban.
Menurut dia, banjir juga menimbulkan longsoran tanah yang menimpa warga Kecamatan Muncang.Warga korban longsoran tanah kini diungsikan ke tempat yang lebih aman.
"Saya minta warga waspada sehubungan curah hujan meningkat selama beberapa hari ini," ujar Yayat Supriyatna sebagai koordiantoor satuan penanggulangan bencana alam.
Sementara itu, warga Rangkasbitung yang tinggal di sekitar bantaran sungai Ciujung mulai meninggalkan rumah dan mengangkut perabotan rumah tangga karena khawatir terjadi banjir malam hingga dinihari.
Apalagai, saat ini hujan masih berlangsung dengan curah hujan begitu lebat.
"Saya lebih baik mengungsi ke rumah saudara karena air sungai Ciujung sudah meluap," kata Ny Aminah (40) warga Salahur, Kelurahan Cijoro Barat, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.(*/wan)


















