Soreang, (berita2.com): Air yang menggenangi Kampung Cieunteung, Kelurahan Baleendah, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, terus naik bersamaan hujan deras dalam dua hari belakangan.
Kondisi genangan pada Jumat tengah malam sekitar 50 centimeter (cm) atau naik dibandung hari sebelumnya sekitar 20cm. Sebagian wargi mulai khawatir terendamnya rumah dan lokasi pemukiman mereka.
Namun belum ada warga yang mengungsi, karena kedalaman air di rumah mereka masih bisa diatasi dengan membuat tempat tidur dibagian atas rumah.
"Nanti saja, kalau airnya sudah tinggi, baru saya akan mengungsi," kata Yuyun (35), penduduk RT 02 RW 20, Kampung Cieunteung, yang rumanya sudah digenangi air setingi 50 cm.
Sejak mulai menggenangi kawasan Kampung Cieunteung, Kamis, (19/11), kegiatan warga kebanyakan mengemasi barang-barang yang ingin mereka amankan agar terhindar dari sergapan banjir.
warga yang meliki rumah bertingkat, tidaj begitu kesulitan dalam mengamankan barang-barang mereka, karena tinggal memindahkannya ke lantai dua.
Tapi lain haknya dengan bagi warga yang tidak memiliki rumah bertingkat, mereka mengaku kesulitan, karena itu setiap banjir selalau banyak barang mereka yang hancur terendam.
"Untuk barang-baranga yang tidak dapat dibawa mengungsi, saya mengamankannya di atas `para` (ruang yang terletak antara langi-langit dan atap rumah)," kata ibu dua anak ini.
Selain genangan air belum begitu tinggi, Yuyun bersama warga lainnya, mengaku bingung untuk mengungsi, karena sekarang sudah tidak ada lagi tempat pengungsian.
Tahun lalu, warga Kampung Cieunteung masih bisa mengungsi di gedung milik salah astu partai besar, dan taman kota Kecamatan Baleendah. Tapi sekarang, kedua tempat tersebut sudah tidak boleh lagi digunakan untuk pengungsian.
"Saya khawatir, kalau hujan turun lebih besar lagi daripada kemarin, ke mana saya akan mengungsi. Ya sudah lah, ini kan masih airnya masih belum tinggi, nanti saja mengungsinya," ujar Yuyun.(*/wan)


















