Yogyakarta, (berita2.com) : Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta memprediksikan musim hujan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan mundur hingga pertengahan November akibat pengaruh atmosfir regional dan global.
"Dari prediksi sebelumnya, jika kondisi normal, musim hujan di DIY akan dimulai pada awal November. Namun, karena ada pengaruh atmosfr regional dan global, musim hujan mulai terjadi pada pertengahan bulan ini," kata Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Geofisika BMKG Yogyakarta Tony A Wijaya, Rabu (4/11).
Menurut dia, pengaruh atmosfir itu adalah turunnya suhu permukaan laut di Indonesia, dan meningkatnya suhu permukaan laut di pasifik.
"Karena perbedaan suhu permukaan laut ini, maka awan yang berada di atas Indonesia tertarik ke Pasifik, dan ini mengakibatkan adanya anomali, yakni uap air ikut tertarik ke pasifik, sehingga tidak mampu menurunkan hujan," katanya.
Ia mengatakan pihaknya masih memantau perkembangan pergerakan awan ini, dan kondisi suhu udara di permukaan air. "Jika awan kembali menghilang, maka kemungkinan hujan akan mundur hingga pertengahan November, dan mungkin di DIY akan turun hujan, namun curah airnya hanya sedikit," katanya.
Sedangkan mengenai udara panas di DIY dalam beberapa hari ini, ia mengatakan itu akibat cuaca cerah, sehingga awan di langit sangat sedikit, dan sinar matahari tidak terhalang awan. "Ini juga akibat awan tertarik ke Pasifik, sehingga di atas Indonesia tidak terdapat banyak awan," katanya.
Tony mengatakan suhu udara di DIY pada Rabu (4/11) ini tercatat maksimal 34 derajat Celcius. "Sebenarnya hari ini tidak sepanas kemarin yang suhu udaranya mencapai 37 derajat Celcius," katanya.
Ia mengatakan faktor lain yang mengakibatkan suhu udara di DIY panas juga karena saat ini dalam peredaran semu, matahari terletak di selatan Pulau Jawa, sehingga di DIY terasa cukup panas. "Saat ini posisi matahari masih di sekitar Pulau Jawa, sehingga suhu udara cukup panas," katanya.
Menurut dia, wilayah DIY saat ini masih musim pancaroba, peralihan dari kemarau ke musim hujan. Namun, yang perlu dicermati cuaca di pagi hingga siang hari panas terik, dan sore berwan.
"Dengan kondisi seperti itu biasanya muncul awan hitam pekat, yaitu awan Cumulonimbus (Cb) yang memiliki sifat hujan deras dan petir, namun hanya sebentar," katanya.
Oleh karena itu, pihaknya mengingatkan masyarakat untuk memangkas dahan maupun ranting pohon yang rimbun serta memperkuat atap rumah yang semi permanen," katanya.(*un)


















