Malang, (berita2.com) : Sekitar enam tahun lagi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Malang, Jawa Timur, diprediksi mengalami krisis air bersih terutama yang disuplai untuk pelanggan baru yang ada di daerah itu.
Direktur Teknik PDAM Kota Malang Teguh Cahyono, Kamis (29/10), mengakui, untuk mengantisipasi krisis air bersih yang diprediksi enam tahun ke depan itu, pihaknya tengah mencari sumber air baru sebagai alternatif.
"Cadangan air bersih yang ada saat ini hanya mampu untuk memenuhi permintaan pelanggan baru tidak lebih dari 30 ribu sambungan. Kalau rata-rata permintaan sambungan baru per tahun sekitar lima ribu, maka cadangan air bersih PDAM hanya mampu bertahan untuk enam tahun ke depan," tegasnya.
Saat ini, katanya, untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang mencapai 92 ribu sambungan itu, sebagian besar mengandalkan sumber Wendit di Mangliawan, Kabupaten Malang dengan kapasitas produksi 300 liter per detik dan Sumber Banyuning di Batu yang berkapasitas sekitar 650 liter per detik.
Oleh karena itu, kata Teguh, sekarang pihaknya terus mencari sumber air baru di beberapa wilayah termasuk di luar Kota Malang sebagai antisipasi terjadinya krisis air bersih di daerah itu. Sebelum cadangan air yang ada sekarang habis, PDAM harus segera menemukan sumber air baru tersebut.
Sementara potensi cadangan air yang ada saat ini, lanjutnya, diprioritaskan untuk pelanggan baru yang berpotensi rawan air bersih, seperti beberapa kawasan di Kecamatan Sukun dan Blimbing, Kota Malang.
Menurut dia, kawasan yang menjadi prioritas karena rawan air bersih itu ada 90 titik, dan lokasi tersebut akan terus bertambah ketika keberadaan sumur yang dimiliki warga sudah tidal layak kosumsi lagi.
Ciri-ciri air sumur yang tidak layak itu di antaranya kapasitas produksi air terus menyusut, berbau dan berubah warna serta rasanya sudah berbeda atau mengalami perubahan yang kemungkinan tercemar limbah.
Ia mengemukakan, pelanggan baru dari 90 titik lokasi rawan air bersih itu yang menjadi prioritas PDAM. Apalagi, tahun 2009 ini PDAM setempat mendapatkan bantuan sebesar Rp5 miliar dari stimulus dan fiskal APBN untuk penyambungan bagi lima ribu pelanggan baru.
Pelanggan baru ini cukup membayar sambungan baru sebesar Rp1 juta dari ketentuan sebesar Rp1,250 juta, sehingga ada subsidi sebesar Rp250 ribu.
"Kami berharap, masyarakat yang berada di kawasan rawan air bersih ini bisa memanfaatkan subsidi ini secara maksimal," tegasnya.(*un)


















