Solo, (berita2.com): Panglima Komando Daerah Militer IV/Diponegoro Mayjen TNI Haryadi Soetanto mengatakan, Tentara Nasional Indonesia (TNI) terus siaga menghadapi ancaman bencana alam yang mungkin terjadi.
"Dalam mempersiapkan upaya tersebut, kami membentuk satuan tugas penanggulangan bencana alam di daerah-daerah melalui Komando Resor Militer (Korem)," kata Haryadi di Solo, Rabu.
Untuk di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, kata dia, Kodam IV/Diponegoro menyiapkan satu kompi atau sekitar 250 prajurit di setiap Korem sebagai bagian dalam satgas penanggulangan bencana alam.
"Pembentukan satgas tersebut menjadi upaya TNI dalam meminimalisasi korban yang timbul dalam setiap bencana alam yang terjadi," kata dia.
Jateng dan DIY, menurutnya, memiliki banyak potensi terjadi bencana alam.
"Jateng-DIY bagian selatan berpotensi terjadi gempa, di daerah lereng Merapi berpotensi terjadi letusaan gunung tersebut, dan di sejumlah wilayah masih banyak yang berpotensi terjadi banjir dan tanah longsor," katanya.
Ia mengatakan, pihaknya menekankan kepada kecepatan dalam penanggulangan agar korban dapat diminimalisasi.
Untuk menyiapkan hal tersebut, lanjut Haryadi, Kodam IV/Diponegoro melakukan gladi posko penanggulangan bencana alam di sejumlah daerah di Jateng dan DIY.
"Upaya tersebut kami lakukan bersama perangkat pemerintahan daerah agar mereka lebih siap dalam melakukan penanggulangan bencana di daerah yang mereka tangani," kata dia.
Selain melakukan pelatihan, kata dia, kegiatan tersebut juga dilakukan dengan melakukan pemetaan daerah-daerah rawan gempa dengan jalur evakuasi korban.
"Koordinasi yang dilakukan sejak jauh-jauh hari diharapkan dapat mematangkan tindakan yang dilakukan saat bencana terjadi," kata dia.
Menurutnya, upaya yang dilakukan Kodam IV/Diponegoro tidak mendahului Badan Penangulangan Bencana Daerah karena hal tersebut lebih bersifat kemanusiaan.
"Saya malah melihat Badan Penangulangan Bencana Daerah kurang sigap dalam menanggulangi bencana yang terjadi di daerah. Selama ini anggota kami yang sering lebih dulu berada di lokasi kejadian bencana untuk menolong korban," kata dia.
Haryadi Soetanto berharap ada kerja sama yang lebih baik terjalin antara seluruh elemen yang berwenang dalam menanggulangi bencana alam agar korban yang jatuh dapat diminimalisasi dan kerusakan dapat lebih cepat direhabilitasi.(*ek)


















