berita2.com (Wonogiri, Jawa Tengah): Setelah program sertifikasi pendidik digulirkan, guru dihadapkan pada sebuah kenyataan terkait tanggung jawab moral yang semakin besar. Tanggungjawab yang dimaksud adalah meningkatkan kualitas pendidikan yang seiring dengan kualitas kesejahteraan guru itu sendiri.
“Jadi guru mesti memiliki budaya untuk menyeimbangkan sekaligus menyelaraskan kesejahteraan yang semakin meningkat dengan kualitas pendidikan yang semakin baik pula,“ demikian diungkapkan Sofingi, S.Ag saat menjadi pembicara tunggal dalam agenda pemberian motivasi bagi para guru agama se – Kecamatan Baturetno Wonogiri di Aula Kantor Urusan Agama setempat Jum’at 4 Februari 2011.
Budaya peningkatan kualitas pendidikan ini menurut Sofingi dimulai dari diri guru. Paling tidak bisa dan mampu mengimplementasikan 4 ( empat ) kompetensi dasar. Yakni Kompetensi professional, kompetensi personal, sosial/kemasyarakatan, serta kompetensi paedagogik. Keempatnya selalu bersinergi dengan pencapaian guru yang sukses dan efektif.
“Seorang guru termasuk guru agama dikatakan sukses seandainya berhasil dalam pembelajaran, mampu memperhatikan perbedaan individu, dan sanggup memotivasi prestasi peserta didik, sedangkan guru yang efektif ditandai dengan kemampuan mengim plementasikan secara efektif metode dan strategi pembelajaran, serta memiliki mutu yang terlihat dari sisi proses maupun hasil pendidikan “ terang Kepala SD Negeri 1 Saradan Baturetno ini.
Lebih lanjut dirinya juga menekankan kreatifitas dan inovatifitas yang mutlak dimiliki setiap pendidik. Sehingga tidak boleh ada pemikiran yang hanya pasrah tanpa ada kemauan untuk berkembang.
“Ingat setelah sertifikasi, kita mesti meningkat kinerjanya, semakin tinggi daya kemampuan, dan harus selalu aktif mencari informasi bagi perkembangan satuan pendidikan maupun untuk peningkatan kualitas guru,“ katanya (ara)
Jawa
Guru diharapkan lebih berbudaya
Pemkot Yogyakarta umumkan rencana pengadaan barang
berita2.com (Yogyakarta): Pemerintah Kota Yogyakarta menyelenggarakan acara rencana umum pengadaan Pemerintah Kota Yogyakarta tahun 2011 berlangsung di Ruang utama atas balaikota. Sebagai usaha mewujudkan transparansi acara ini juga bertujuan menginformasikan kepada masyarakat dan penyedia barang/jasa tentang semua paket-paket pekerjaan dari setiap SKPD/Unit Kerja, Selasa 1 Februari 2011.
Dalam arahan, Walikota Yogyakarta, H. Herry Zudianto mengungkapkan bahwa kegiatan ini bukan hanya rutinitas tetapi merupakan tanggung jawab dari Pemkot dalam mewujudkan clean n good governance. Tuntutan masyarakat untuk mewujudkan pemerintahan yang baik selalu menggelinding ibarat bola salju.
Transparansi merupakan bagian dari reformasi untuk mencapai cita-cita negara kita sebagai bangsa lebih bermartabat. "Dan tujuan ini dapat dicapai hanyalah dengan kebersamaan pemerintah dan masyarakat. Hanya orang yang paling konyol adalah yang tidak tahu perubahan telah berlangsung, tidak melakukan apa-apa saat perubahan berlangsung padahal itu adalah tuntutan jaman," Demikian arahan Herry.
Zudianto kemudian secara simbolis mengumumkan secara resmi kegiatan/paket pekerjaan SKPD/Unit Kerja di lingkungan Pemkot Yogyakarta 2011, dengan penyerahan buku kegiatan kepada DPRD Kota Yogyakarta, Asosiasi Penyedia Barang dan Jasa Kota Yogyakarta dan LPMK Kota Yogyakarta didampingi Wakil Walikota, H. Haryadi Suyuti.
Sebelumnya, dalam laporan Kepala Bagian Pengendalian Pembangunan Setda Kota Yogyakarta, Ir. Edy Muhammad mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan kewajiban Pemkot untuk menginformasikan kegiatan/paket pekerjaan yang melalui proses pengadaan barang/jasa dari 34 SKPD/Unit Kerja sejumlah Rp. 148.126.639.982, meliputi 1635 paket pekerjaan dari 412 kegiatan.
Paket pekerjaan tersebut terdiri dari Jasa kontruksi sebanyak 200 paket, Jasa konsultasi sebanyak 131 paket, Jasa lainnya sebanyak 870 paket dan Pengadaan barang sebanyak 434 paket. Dan paket yang akan dilaksanakan oleh ULP dengan menggunakan aplikasi lelang elektronik sebanyak 155 paket.
Semua data juga dimuat di media massa sehingga dapat diakses masyarakat maupun para penyedia barang/jasa. Pemerintah Kota Yogyakarta pada tahun 2011 sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 bahwa paket pekerjaan Pengadaan barang, Jasa Kontruksi dan Jasa lainnya dengan nilai diatas Rp 100.000.000 dan Paket Pekerjaan Konsultan dengan nilai diatas Rp 50.000.000 dilaksanakan oleh Unit Layanan Pengadaan (ULP) dengan menggunakan aplikasi Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE). (Setyawan)
Bupati Wonogiri Buka Pentas Seni Budaya
berita2.com ( Wonogiri ): Memperingati HUT ke-34 SMPN 1 Baturetno, Wonogiri, Osis SMPN 1 Baturetno mengadakan serangkaian acara kegiatan akademik dan non akademis dalam memperingati momentum tersebut.
Di antaranya lomba pidato, baris berbaris, cerdas cermat, dan olahraga untuk Sekolah Dasar, serta lomba mading, kebersihan kelas, serta pentas seni budaya bagi siswa-siswi SMP N 1 Baturetno.
Bupati Wonogiri H. Danar Rahmanto saat membuka pentas seni budaya di halaman sekolah setempat, Senin 31 Januari 2011 menyampaikan rasa bangganya terhadap keluarga besar SMPN 1 Baturetno, khususnya karena mampu menyelenggarakan kegiatan yang meriah dan semarak, sekaligus memiliki nilai manfaat yang besar.
“Mengapa saya bangga? Karena kegiatan ini tidak hanya melibatkan kalangan internal siswa-siswi SMPN 1 Baturetno, tetapi juga melibatkan siswa dari sekolah lain yang sederajat. Selain itu juga mengikutsertakan siswa SD khususnya di wilayah Kecamatan Baturetno dan juga dari daerah sekitar pada umumnya dalam kegiatan berbagai macam lomba,” ujarnya.
Berbagai lomba yang diadakan tersebut, imbuh Bupati, dapat menyentuh aspek menanamkan rasa kebersamaan, rasa bangga, dan semangat berkompetisi, serta jiwa sportif, sekaligus memacu para siswa untuk
menggeluti suatu bidang, dan berjuang menjadi yang terbaik.
“Dari berbagai perlombaan yang diadakan, akan muncul potensi-potensi unggulan, yang apabila dibina dan dilatih secara berkelanjutan, akan muncul mutiara-mutiara yang berkilau dari Kecamatan Baturetno dan wilayah sekitarnya, yang akan membawa nama harum bagi Kabupaten Wonogiri,” kata Bupati.
Selanjutnya, Bupati berharap agar kegiatan yang telah menjadi agenda rutin tiap tahun ini dapat terus dilaksanakan di masa-masa yang akan datang, dan dapat ditingkatkan kualitasnya, semakin baik dari tahun ke
tahun.
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa pendidikan merupakan salah satu bagian integral pembangunan, yang ditujukan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, membangun karakter bangsa, dan sekaligus mempersiapkan generasi muda yang terdidik dan terlatih, sebagai kader penerus kejayaan dan kedaulatan bangsa.
Tugas yang tidak ringan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah melalui institusi pendidikan, yang didukung segenap komponen masyarakat. Indikator keberhasilan proses belajar mengajar di sekolah, tidak hanya ditunjukkan dengan tinggi atau rendahnya nilai akademis yang diraih para siswa, tetapi juga bagaimana terbentuknya sikap dan karakter yang baik di kalangan para siswa. Karena hakikat tujuan pendidikan adalah membentuk fisik dan mental para siswa secara bersamaan. (ara)
Kemenristek Dukung Pegembangan Produk Unggulan Wonogiri
berita2.com ( Wonogiri ): Kabupaten Wonogiri yang kaya akan hasil bumi berupa singkong dan ketela pohon, mendapat perhatian dari beberapa pihak.
Di antaranya dari Kementerian Negara Ristek dan Teknologi (Kemenristek) RI. Seperti dikatakan Drs. Momon Sadiyatmo, MT, Asissten Deputi IPTEK Masyarakat Kemenristek RI saat mengunjungi Wonogiri, dalam acara Bintek Penyusunan Renstra SKPD dan Forum Group Discusion Pengembangan Inovasi Daerah Kerjasama Dengan Kemenristek RI, Sabtu 29 Januari 2011. Potensi alam yang melimpah tersebut hendaknya dapat dikembangkan sebagai inovasi yang mempunyai nilai.
“Seperti salah satu daerah di Bandung. Di sana terdapat satu daerah yang kaya akan ketela pohon. Lalu oleh masyarakat setempat, ketela pohon tersebut lantas diolah menjadi aneka makanan inovatif dan variatif. Semoga Kabupaten Wonogiri juga dapat menumbuh kembangkan inovasi dari keleta pohon dan singkong tersebut menjadi produk ungulan yang punyai nilai tinggi. ” katanya.
Karena itulah, para Pemerintah, SKPD dan pelaku teknologi diharapkan mampu untuk berinovasi dan menciptakan daya saing daerah lewat potensi yang ada di daerah tersebut. Hadir dalam kesempatan tersebut Pejabat, SKPD, Camat, Ketua LPPM UNS, Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Jawa Tengah.
Sementara itu dalam sambutan Bupati Wonogiri yang dibacakan oleh Wakil Bupati Wonogiri, Yuli Handoko, SE mengatakan bahwa pada tahun ini sampai lima tahun ke depan, Pemerintah Kabupaten Wonogiri akan
mengimplementasikan gerakan membangun Wonogiri sesuai dengan visi Bupati, yakni “Terwujudnya Pemerintahan Wonogiri yang kredibel dan efektif demi terciptanya kehidupan masyarakat yang berkualitas dan
berakhlak mulia bebas dari kemiskinan”.
Untuk itu, guna mewujudkan visi dan misi tersebut, pelaksanaan pembangunan dilakukan secara bertahap, bertingkat, dan berkelanjutan. “Visi misi Bupati yang disusun dalam RPJMD perlu ditindaklanjuti oleh
seluruh SKPD dengan menyusun rencana strategis yang merupakan langkah awal melaksanakan mandat dari RPJMD Kabupaten Wonogiri 2011-2015.”
Terkait dengan pengembangan teknologi inovasi daerah yang saat ini menjadi satu tuntutan guna peningkatan daya saing daerah, khususnya dalam mengoptimalkan produktivitas komoditas unggulan daerah, Pemkab
Wonogiri menyambut baik jalinan kerjasama dengan Kemenristek RI.
“Harapnya tentu dapat membantu proses percepatan transfer teknologi dan informasi sehingga tercapai peningkatan kesejahteraan masyarakat Wonogiri pada khususnya.” (ara)
Hujan lebat, jalur Wonogiri-Ponorogo rusak
berita2.com (Wonogiri, Jawa Tengah:): Hujan lebat yang melanda beberapa wilayah di Kabupaten Wonogiri hari Minggu sampai dengan Senin 23-24 Januari 2011, telah mengakibatkan kerusakan infrastruktur gorong-gorong jalan raya Provinsi yang ada di Jalan Raya Wonogiri-Ponorogo, tepatnya di desa Waru, Kecamatan Slogohimo.
Gorong-gorong dengan panjang 8x3,70 meter tersebut ambrol/ambles. Ambrolnya gorong-gorong tersebut terjadi pada Sabtu 29 Januari 2011 sekitar pukul 10.00 WIB. Kerugian yang timbul akibat adanya bencana alam tersebut dieperkirakan mencapai Rp 125 juta.
Menurut laporan Camat Slogohimo, Drs. Budi Susilo, MM, apabila gorong-gorong tersebut tidak segera diperbaiki, maka berakibat putusnya transportasi dan roda perekonomian warga masyarakat.
“Karena jalur tersebut adalah satu-satunya jalur terpendek yang menghubungkan wilayah Wonogiri dengan Ponorogo, Jawa Timur. Jalur tersebut sangat padat dan vital,” jelasnya.
Untuk itu, berbagai upaya dilaksanakan yakni dengan memberi tanda/pagar dengan maksud agar pengendaraan kendaraan bermotor dan pemakai jalan lainnya tidak mengalami kecelakaan lalulintas.
Camat Slogohimo pun telah memberikan laporan tertulis yang ditembuskan kepada Bupati Wonogiri dan SKPD terkait agar kerusakan tersebut segera dapat diperbaiki kembali sehingga mobilitas warga masyarakat berjalan
lancer, serta jalur transportasi antar provinsi dapat terhubung lagi. (ara)
Artikel Lain...
Halaman 1 dari 146































