berita2.com (Cirebon): Tampaknya pihak pengadilan mulai geram dengan belum adanya penetapan tersangka lain oleh Kejaksan. Sperti diungkapkan Ketua Majelis Hakim Perkara Korupsi PD Pembangunan Samir Erdy SH M Hum, melalui penetapan yang diterbitkan, hakim ingin menagih janji Kejaksaan Negeri Cirebon. Ini terkait dengan keberadaan pihak lain yang diduga terlibat dalam perkara korupsi di PD Pembangunan.
Selain itu, penetapan status Sofiani sebagai tersangka bukan soal sumpah palsu semata. Tapi, karena Sofiani memang diduga terlibat. Artinya, ada dua hal yang menjadi fokus majelis hakim, dan itu sudah dituangkan dalam penetapan. Oleh karena itu, Samir meminta pihak Kejaksaan membaca kembali penetapan yang sudah diterbitkan Pengadilan Negeri Cirebon. “Katanya nunggu penetapan. Sekarang sudah ada penetapannya. Silakan masyarakat, media, dan LSM ikut bongkar kasus ini,” ucapnya, Selasa (31/8/2010).
Menurut Samir sudah terlalu banyak fakta di persidangan yang mengindikasikan keterlibatan Sofiani dalam perkara PD Pembangunan. Di antaranya kesaksian Dirut PD Pembangunan Eman Suryaman yang mengaku tidak mengetahui keberadaan surat yang dibuat Sofiani. Isi surat tersebut, membolehkan pensertifikatan tanah milik PD Pembangunan. Padahal itu adalah kewenangan dari dirut.
Kemudian, saksi dari pegawai PD Pembangunan menyatakan tandatangan yang tertera dalam kuitansi aliran dana senilai Rp257 juta dan Rp70 juta adalah benar tandatangan Sofiani. Jika Sofiani menyangkal menerima uang itu dan beralasan bahwa ulah Martono menuliskan angka 2 pada kuitansi senilai Rp257.400.000, perlu diketahui sebelumnya ada kuitansi senilai Rp70 juga diberikan kepada Sofiani untuk pembayaran bidang tanah yang sama. Yakni, seluas 2.858 meter persegi. “Artinya meski baru dugaan, tapi ini bukan mengada-ada. Itu fakta persidangan,” ungkap Samir yang kini menjabat Humas PN Cirebon.
Untuk itu, kata Samir, tidak pas jika Ismu Widodo diseret sendiri sebagai tersangka dalam perkara ini. Dari hasil penjualan sebidang tanah di Blok Siwodi, Ismu menerima uang Rp100 juta dari Martono, Rp20 juta diserahkan ke kas PD Pembangunan dan Rp80 juta dipegangnya. Namun dalam perjalanan, Martono meminta kembali uang Rp80 juta tersebut. Dalam proses hukum Ismu kemudian mengembalikan Rp80 juta dari kocek pribadi untuk disetor ke kas PD, setelah itu proses hukum tetap menjadikannya sebagai tersangka.
“Dalam persidangan Sofiani mengaku kalau Martono adalah calo tanahnya. Karena itu dari awal kami sebenarnya sudah mengindikasikan. Di BAP pun, sebenarnya keterangan lebih banyak mengarah ke Martono dan Sofiani, adapun mengarah ke Ismu tidak terlalu besar,” bebernya.
Meski begitu, sambung Samir, menyikapi langkah kejaksaan, yang terpenting untuk majelis hakim adalah telah menunjukkan penunaian tugasnya kepada masyarakat. Adapun kejaksaan akan menindaklanjuti atau tidak, semua dikembalikan kepada penilaian masyarakat.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya
Jawa
Pengadilan Ngajak Media, LSM Bongkar Kasus PD Pembangunan
1000 Personil Siaga di Banyumas
berita2.com (Purwokerto): Polres Banyumas, Jawa Tengah, menetapkan 3 titik rawan banjir dan longsor serta 7 titik rawan kecelakaan lalu lintas. Untuk itu dibangun 11 pos pengamanan dan 7 Sub Pospam Disepanjang jalur tengah dan selatan untuk mengamankan arus mudik dan balik lebaran 1431 H. Pos tersebut dibangun dekat titik-titik rawan banjir, longsor serta kecelakan.
Di jalur selatan sendiri ada 3 titik rawan banjir dan longsor seperti di Lumbir, Kalibagor, Cikakak. Selain rawan bencana juga ada 7 titik jalan rawan kecelakaan seperti di Sumpiuh, kebarongan, Jatilawang, Ajibarang, Pritgantil, Klahang, dan Pagraji. Jalan tersebut lurus dan sebagian bergelombang.
"Yang harus diwaspadai para pemudik saat melintas di jalur selatan dan tengah Banyumas adalah kondisi cuaca yang ekstrem dan menimbulkan curah hujan tinggi. Hujan tersebut bisa menyebabkan jalan licin, banjir, dan longsor sehingga dapat menyababkan kecelakaan," Kata Kapolres Banyumas AKBP Panca Putra kepada wartawan, Jumat (03/09/2010).
Menurut dia, pos-pos pengaman yang disiapkan nantinya juga akan melibatkan beberapa instansi terkait di jajaran Pemerintahan Kabupaten Banyumas.
"Petugas yang disiapan 1000 personil yang terdiri polisi 554 orang, dan selebih 446 terdiri TNI, Satpol PP,Dishub, Dinkes Orari, dan Pramuka," Jelasnya.(arbi)
Heboh, Merak Hijau Muncul di Lereng Merapi

berita2.com (Magelang): Terjadi kehebohan. Seekor burung merak hijau muncul di Lereng Gunung Merapi yang masuk wilayah Kabupaten Magelang. Munculnya burung endemik Jawa ini cukup menggegerkan masyarakat karena di Merapi selama ini tidak ada burung merak.
Sebelumnya, burung dengan nama latin Green Peafow ini hanya bisa ditemukan di Taman Nasional Alas Purwo (Jawa Timur), Taman Nasional Ujung Kulon (Banten), dan Taman Nasional Meru Betiri (Jawa Timur).
Dalam seminggu terakhir burung merak Jawa ini muncul di sekitar Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM). Merak tersebut bahkan masuk ke perkampungan penduduk di Dusun Gemer, Desa Ngargomulyo, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang. Desa ini merupakan salah satu desa terakhir di lereng barat Gunung Merapi.
Jarak desa ini dengan Gunung Merapi sekitar delapan kilometer yang dibatasi ladang penduduk, hutan, dan jurang. "Kami tidak tahu dari mana datangnya, namun seminggu terakhir burung itu masuk kampung kami. Warga sepakat untuk menjaganya agar jangan sampai ditangkap pemburu liar," kata, Sarmin (56), salah satu warga Gemer, Jumat (3/9).
Menurut Sarmin burung merak berjenis kelamin betina tersebut berukuran cukup besar yakni sebesar ayam kalkun dewasa. Setiap hari burung tersebut berkeliaran di pekarangan dan ladang milik warga. Seperti dilansir suaramerdeka.com, terkadang burung tersebut juga terbang ke atap-atap rumah.
Warga sengaja membiarkan burung berwarna hijau itu berkeliaran bebas. Untuk makan, burung tersebut suka memakan biji bijian, pucuk rumput, dedaunan, aneka serangga, dan berbagai jenis hewan kecil, seperti laba-laba, cacing, dan kadal kecil.
Sementara itu, Kepala Seksi Wilayah I Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) Nuryadi S.hut mengatakan, selama ini burung merak belum pernah ditemukan di TNGM. Karena itu, burung berbulu indah itu juga belum terdata sebagai salah satu satwa langka yang hidup di kawasan Merapi. Ia juga mengaku Balai TNGM tidak melakukan pelepasan burung merak ke alam bebas.
“Yang kami ketahui burung merak bukan anggota ekosistem Merapi. Saya juga tidak tahu apakah burung itu semula milik orang yang sengaja dilepas," kata dia.
1.124 Porsenel Amankan Arus Mudik di Cianjur
berita2.com (Cianjur): Sebanyak 1.124 personel gabungan akan mengamankan arus mudik lebaran diwilayah Kabupaten Cianjur sejak Jum'at (3/9/2010) hingga seminggu setelah lebaran. Mereka terdiri dari 775 anggota polri dan sisanya anggota TNI, Satpol PP, Petugas Damkar, Dishub dan anggota Pramuka dari Saka Bhayangkara.
"Semua personel yang tergabung dalam pengamanan arus mudik lebaran yang kami beri sandi Operasi Ketupat 2010 ini akan saling berkoordinasi dan bersinergi dalam menjalankan tugas dan perannya masing-masing, mudah-mudahan dalam pelaksanaannya nanti dapat berjalan optimal, sesuai yang kita harapkan," kata Kapolres Cianjur, AKBP Djoko Hariutomo, Jumat (3/9/2010).
Untuk memberikan kemanan dan kenyamanan bagi warga Cianjur, pihaknya akan terus mengefektifkan pengawasan dan penjagaan disejumlah objek vitas seperti bank, toko perhiasan dan pusat perbelanjaan. "Kita tingkatkan pengamanan untuk beberapa titik objek seperti bank dan toko perhiasan terkait maraknya aksi perampokan," katanya.
Diungkapkan Kapolres, arus mudik tahun ini diprediksi akan mengalami peningkatan sebear 12 persen sekitar 16,3 juta jiwa. Sedangkan jumlah kendaraan roda dua maupun roda empat yang digunakan untuk mudik mencapai 5 juta unit. "Dengan kondisi seperti ini tentunya akan mengakibatkan terjadinya peningkatan aktivitas masyarakat di berbagai tempat serta meningkatnya mobilitas manusia dan barang yang berimplikasi pada timbulnya potensi gangguan kamtibmas yang harus dikelola dengan baik,” paparnya.
Secara terpisah Bupati Cianjur, Tjetjep Muchtar Soleh, mengungkapkan, berdasarkan pengalaman tahun lalu peningkatan kendaraan tidak seimbang dengan kapasitas jalan yang disebabkan adanya penyempitan badan jalan serta adanya aktivitas pasar tumpah di sejumlah titik serta kurang disiplinnya para pengguna jalan yang tentunya akan berdampak pada terjadinya kemacetan lalu lintas yang cukup panjang.
"Melihat kondisi seperti itu, aparat kepolisian dan instansi terkait dituntut untuk bisa bekerja sama secara sinergis merumuskan langkah-langkah inovatif dan efektif untuk mengurai terjadi kemacetan," kata Bupati.
Pihaknya juga menghimbau kepada seluruh instansi terkait yang terlibat dalam pengamanan arus mudik khususnya kepolsian, untuk melakukan deteksi dini, melalui peran intelijen yang bekerjasama dengan komuniti intelijen lainnya dalam mendeteksi berbagai fenomena yang berkembang dalam masayarakat, terlebih yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas. "Harapanya arus mudik yang meliwati Cianur terutama masyarakat Cianjur yang merayakan lebaran bisa nyaman dan aman," harapnya.
Sementara itu Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur akan menyiagakan 17 puskesmas secara 24 jam selama arus mudik. Ke 17 puskesmas tersebut berada disejumlah jalur yang diprediksikan akan terjadi lonjakan arus mudik. "Untuk menunjang pam lebaran kali ini kita siap siagagan puskesmas berikut tenaga medisnya selama 24 jam. Sehingga bila terjadi kecelakaan yang tidak diinginkan bisa segera ditangani," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, dr.Hj. Tri Ratu Yuliaherawati.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya
Guna Kelancaran Arus Mudik, Polres Subang Tambah Rambu-rambu
berita2.com (Subang): Guna membantu kelancaran arus mudik Lebaran , Kepolsian Resort (Polres) Subang telah memasang ratusan rambu-rambu lalu-lintas tambahan di sejumlah titik-titik tertentu. Pada umumnya rambu-rambu tersebut berupa penujuk arah dan peringatan keselamatan para pengguna jalan.
Demikian dikatakan Kepala Polres, Ajun Komisaris Besar Dadang Hartanto, kepada para wartawan usai melakukan acara gelar pasukan operasi Ketupat Tahun 2010 Tingkat Polres Subang di Alun-alun Subang, Kamis (2/9/2010).
”Semua persimpangan jalan telah dipasangi rambu-rambu penujuk arah. Dengan cara ini mudah-mudahan tidak ada pemudik yang salah arah,” kata Kapolres.
Menurut dia, selain menambah rambu-rambu lalu-lintas, pihaknya juga sedang berupaya menambah lampu penerangan jalan umum (PJU) dengan cara berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. Diharapkan PJU sudah terpasang pada daerah-daerah rawan kecelakaan dan kejahatan, beberapa hari sebelum lebaran tiba.
Lebih Lanjut Kapolres juga mengatakan dalam pengamanan lebaran ini pihaknya akan mengawasi “Tanjakan Emen” yang terletak antara objek wisata Ciater dan objek wisata Tangkuban Parahu. Pasalnya, selama ini daerah tersebut dikenal paling rawan kecelakaan karena kemiringan jalan cukup tajam.
“Kami akan menempatkan petugas khusus di tanjakan tersebut. Mereka akan bertugas mengawasi kendaraan-kendaraan yang tidak laik jalan agar tidak melintas di jalur tersebut,” kata Kapolres.
Selain di Tanjakan Emen, lanjut Kapolres, pihaknya akan menerjunkan petugas di sepanjang jalur Pantura, terutama di daerah-daerah rawan macet, seperti di sekitar Pasar Sukamandi, Ciasem, dan Pasar Pusakanegara. Sebab, di tiga lokasi pasar itu tersebut, banyak penyebrang secara masal namun tidak terkonsentrasi di satu titik.
Oleh karena itu, kata Kapolres, pihaknya akan memasang tali disepanjang lokasi pasar agar warga tidak sembarangan menyebrang. Mereka akan diarahkan menyebrang dari satu titik dengan pengawalan petugas, sehingga tidak mengganggu kelancaran arus kendaraan di Pantura.
Dikatakan juga, pada tahun ini pihaknya menerjunkan anggota 981 anggota Polri ditambah anggota TNI, Dinas Perhubungan, Pramuka, dan PMI hingga semuanya berjumlah 1.520 personel. “Secara umum pengamanan mudik lebaran sudah sangat\ siap,” kata Kapolres.
Sementara ditempat terpisah Kepala Dinas Perhubungan Kab Subang Drs H Harlan mengatakan dalam pengamanan lebaran tahun ini telah menyiapkan sedikitnya 50 personilnya guna membantu kepolisian pengamanan mudik lebaran.
Selain itu untuk mengantisifasi lonjakan penumpang mudik lebaran pihaknya bekarjasama dengan pengusaha jasa angkutan telah menyiapkan sedikitnya 150 bus untuk melayani para penumpang jurusan Jakarta- Subang, katanya.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya
Artikel Lain...
Halaman 1 dari 117


















