berita2.com (Pamekasan, Madura, Jawa Timur): Bantuan beras miskin (Raskin) yang diberikan pemerintah pusat dengan ketentuan justru tidak diberikan sesuai dengan ketentuan oleh Kepala desa Jarin, Sahid kecamatan Pademawu Kabupaten Pamekasan.
Menurut P. Farida yang mewakili warga dusun Kotalon Laok desa arin Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan mengungkapkan bahwa, selama lima tahun hanya dapat 5 kali jatah raskin. ”Saya hanya dapat jatah raskin 5 kali selama lima tahun terakhir ini. warga disini dalam mendapatkan raskin bervariasi,pak! ada yang dapat per tiga bulan sekali, lima bulan sekali bahkan ada yang tidak dapat sama sekali,” lanjutnya.
Hal senada juga diungkapkan P.Mujalis warga dusun Kobarung, bahwa pendistribusian raskin di dusunnya juga tidak lancar.”kalau didusun kami hanya mendapatkan raskin per lima bulan sekali dan saya siap memberikan keterangan apabila dibutuhkan,”tandasnya.
Karena sudah tidak tahan dengan ulah sang Kades, sekitar 32 orang yang mewakili warga desa Jarin Kec. Pademawu Kab. Pamekasan (27/5/2011), akhirnya melakukan solidaritas dengan membuat surat pernyataan yang ditandatangani oleh masing-masing perwakilan. Dimana isi dari surat pernyataan tersebut menyebutkan bahwa pendistribusian raskin di desa Jarin tidak sesuai dengan ketentuan pemerintah.
Menyikapi permasalahan ini Ketua Forum Madura Bersatu (Formabes) Kabupaten Pamekasan melalui ketua bidang hukum, Abd. Hamid, menyatakan siap mengawal warga desa Jarin untuk melaporkan tentang penyelewengan Raskin yang dilakukan Sahid selaku kepala desa jarin ke Kejaksaan Negeri Pamekasan.
"Setelah data terkumpul semua, Formabes bersama warga desa Jarin akan segera melapor ke kajari karena dalam hal ini masyarakat kecil sangat dirugikan, disamping itu Negara dirugikan hingga ratusan juta rupiah, jangan sampai koruptor dibiarkan berkeliaran seenaknya,” tegasnya.
Menurut informasi yang diterima, kades Sahid mengintimidasi warga dengan mengancam akan menuntut warga yang menandatangani surat pernyataan tersebut. Saat dikonfirmasi melalui handphone, Sahid mengancam akan membongkar seluruh penyelewengan raskin yang terjadi di Pamekasan apabila permasalahan ini berlanjut ke ranah hukum. “Saya akan bongkar seluruhnya, kalo sampai permasalahan ini naik keatas,”ancamnya. (jar)


















