berita2.com (Lamongan, Jawa Timur): Perayaan kelulusan SMA yang biasanya dilakukan dengan konvoi motor secara ugal-ugalan dan cenderung membahayakan diri para siswa dan pengguna jalan lainnya. Namun, tidak demikian dengan apa yang dilakukan para siswa SMA 2 Lamongan, mereka tetap berkonvoi tapi dengan mengendarai sepeda pancal sambil keliling kota Lamongan, (16/5/2011).
Menurut Agus, salah satu siswa peserta konvoi sepeda pancal, hal ini dilakukan semata-mata untuk menghindari hal-hal yang bisa membahayakan diri. Sebab, lanjut dia, yang penting tetap bisa merayakan kelulusan bareng-bareng. "Lebih aman pakai sepeda pancal, apalagi rame-rame seperti ini lebih seru," katanya.
Meski demikian, aksi coret baju dan konvoi motor yang dilakukan siswa untuk meluapkan kegembiraannya masih terlihat dibeberapa ruas jalan. Dari beberapa siswa yang sempat ditanya, rata-rata mereka mengatakan hal itu dilakukan untuk kenang-kenangan melepas masa SMA.
Seperti diketahui, siswa kelas 3 SMA dan sederajat di Lamongan yang mengikuti Ujian Nasional (UN) tahun ini sebanyak 20.237 siswa dan yang dinyatakan tidak lulus sebanyak 5 orang siswa. Diantara mereka yang dinyatakan tidak lulus tersebut karena tidak mengikuti UN.
Dari semua siswa Lamongan yang lulus, dua siswa termasuk peraih nilai tertinggi tingkat SMA se-Jawa Timur, yakni untuk jurusan IPA atas nama M.Haris dan untuk jurusan IPS atas nama Sri Susi Susanti. Keduanya adalah siswa SMA Negeri Babat Lamongan. (saiq)