berita2.com (Malang, Jawa Timur): Syaifullah Yusuf Wakil Gubernur Jawa Timur hari Minggu 15 Mei 2011 di Malang mengatakan pembangunan tol Gempol-Porong untuk menggantikan akses tol yang terendam lumpur Lapindoharus selesai pada bulan September 2011.
Ia menjelaskan, saat ini Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus berupaya melakukan penyelesaikan akhir berupa pembebasan lahan yang masih kurang tujuh persen dari total keseluruhannya.
"Kami terus melakukan upaya kepada warga yang tidak mau membebaskan lahannya, sehingga target September 2011 bisa tercapai," katanya setelah menghadiri Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Judo Kartika Cup IV Tahun 2011 di GOR Ken Arok, Kota Malang.
Dikatakannya, kendala utama dalam pengerjaan jalan tol ini adalah masalah pembebasan lahan, sebab masyarakat atau warga terlalu menaikkan harga tanahnya diatas harga jual tanah rata-rata.
"Kita sudah siapkan seluruh anggarannya, namun kita tidak ingin harga yang berlaku tidak sesuai dengan ketentuan pasar, sebab berakibat fatal dan bisa diindikasikan sebagai tindakan korupsi nantinya," katanya.
Selain tol Gempol-Porong, Pemprov Jatim juga berencana membangun empat ruas jalan tol trans Jawa, meliputi Mantingan-Ngawi 37 km, Ngawi-Kertosono 87 km, Kertosono-Mojokerto 40 km, dan Mojokerto-Surabaya 36 km.
Serta akan membangun empat ruas nontrans Jawa yang meliputi Gempol-Pandaan 14 km, Gempol-Pasuruan 34 km, Waru (Aloha)-Wonokromo-Tanjung Perak 18,60 km dan Pasuruan-Probolinggo 45 km.
Gus Ipul menilai, kendala yang masih mengganggu pembangunan seluruh tol adalah pembebasan lahan. "Semuanya itu masalahnya sama, yakni pembebasan lahan, dan kalau masalah uang sudah ada, tapi masih terkendala pembebasan lahan," katanya.
Masalah lainnya adalah perlunya persiapan matang dalam melakukan tukar guling lahan kas desa yang akan dilalui jalan tol tersebut.
"Tim pembebasan lahan tol trans Jawa yang diketuai Sekdaprov terus berupaya dalam melakukan pendekatan bersama bupati/wali kota untuk memberikan pengertian kepada masyarakat pemilik lahan," katanya.
Sementara Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum menjelaskan investasi jalan tol di Jatim meliputi empat ruas jalan tol trans Jawa sepanjang 124 kilometer (km) dan empat ruas jalan tol nontrans Jawa sepanjang 76 km. (heri)