berita2.com (Malang, Jawa Timur): Kepala Dinas Pendidikan (Diknas) Kota Malang Sri Wahyuningtyas, Senin 16 Mei 2011 mengatakan, tingkat kelulusan di Malang yang mencapai 99,8 itu tidak lepas dari kerja keras seluruh komponen, mulai dari siswa, guru dan orang tua siswa yang terus-menerus mengontrol dan mendampingi anak-anaknya belajar.
Untuk Kota Malang, dari 8.449 siswa SMK negeri dan swasta yang mengkuti ujian nasional (UN) yang tidak lulus sebanyak 10 (SMK negeri) dan 9 siswa (SMK swasta). Sedangkan untuk SMA, dari 5.704 peserta, sebanyak 3 siswa (negeri) dan 11 siswa (swasta).
Persentase kelulusan siswa SMA/SMK tahun 2011 meningkat tajam jika dibanding tahun lalu. Tahun 2010 persentase kelulusan siswa SMA/SMK di Kota Malang hanya sebesar 87,5 persen.
Siswa yang tidak lulus, ada tiga siswa di SMAN 6 Malang yang gagal. Salah satu diantaranya, tidak lulus gara-gara satu nilainya kurang dari 4. Padahal tiga nilai UN lainnya cukup bagus. Nilai Matematika 9, nilai Bahasa Inggris 8 dan nilai IPA 9.
Sedangkan untuk peringkat terbaik SMA di kota Malang untuk program IPA, IPS dan Bahasa, semuanya diraih oleh SMAN 5 Malang. Untuk Bahasa dengan nilai 50,29, untuk IPA nilai 52,53, dan IPS nilai 52,20. Siswa yang meraih nilai terbaik untuk program IPA diraih Selli Nur Pramudita 56,00, IPS diraih Sisca Paramita Dwi Respati 54,25 dan program Bahasa diraih Nurul Hidayat dengan nilai 52,40.
Kepala Sekolah SMAN 5 Malang Drs, Supriyono, MSI kepada berita2.com mengatakan sangat bangga dengan raihan nilai yang tertinggi di Malang. “Setiap hari saya memberikan motivasi pada siswa dan guru agar dapat meraih prestasi setinggi-tingginya, hasilnya 100 persen lulus” jelas Supriyono. Evaluasi setiap minggu hasil belajar siswapun didiskusikan agar kedepan menjadi lebih baik.
“Dengan input siswa yang secara akademik kurang, kami mencoba memberikan yang terbaik untuk siswa agar terpacu menjadi yang berkualitas. Proses pendidikan yang baik tentu menghasilkan siswa yang berkualitas. Yang jelas, mempertahankan prestasi untuk tahun depan itu yang menjadi prioritas kami” kata Supriyono.
Kepala sekolah yang asal Blitar ini juga mengatakan bahwa kerja keras semua guru dan siswa patut diapresiasi lebih. Fasilitas terutama sarana dan prasarana juga menjadi tolok ukur keberhasilan SMAN 5 Malang. Ketika ditanya untuk tahun depan, Supriyono ingin SMAN 5 bisa berbicara di tingkat provinsi ataupun nasional untuk peringkat akademik.
Di sekolah lain, Kepala sekolah SMAN 8 Malang Ninik Kristiani mengatakan bahwa di sekolahnya tingkat kelulusan 100 persen. Dan berharap di tahun depan bisa meraih peringkat terbaik di kota Malang, karena pada tahun 2011 ini SMAN 8 hanya mampu menjadi peringkat 3 untuk program Bahasa, peringkat 7 untuk IPA dan IPS peringkat 4 di Malang.
Sementara dari pantauan berita2.com, walaupun Kapolresta Malang memberikan lampu hijau untuk melakukan konvoi, namun siswa yang lulus tidak banyak melakukan konvoi. Di jalan-jalan protokol hanya banyak Polisi yang bertugas dan berjaga-jaga.
Siswa yang merayakan kelulusan hanya bergerombol di depan sekolah mereka dengan melakukan corat-coret dibaju. Kepala sekolah SMAN 5 Malang Supriyono menegaskan bahwa siswa di sekolahnya memang dihimbau tidak melakukan hal-hal yang membuang waktu dan biaya untuk hal-hal yang sepele. Merayakan kelulusan tidak harus dengan konvoi dan coret-coret baju, apalagi mengingat siswa yang lulus masih memerlukan biaya dan waktu untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi.
Supriyono menambahkan, “Kalau bisa anak-anak mempersiapkan waktunya untuk persiapan masuk perguruan tinggi, konvoi boleh saja namun jangan berlebihan”. Memang apa yang dikatakan Supriyono cukup beralasan, di SMAN 5 pun siswa yang merayakan kelulusan hanya bergerombol di depan sekolahnya. (heri)