berita2.com (Malang, Jawa Timur) : Berbagai gejala penyakit seperti kanker, jantung koroner dan diabetes membutuhkan biaya yang sangat tinggi mengilhami untuk mengaplikasikasi ilmu kedokteran agar lebih maju dan mengejar ketertinggalan dari negara lain. Dan untuk pertama kali di Malang diadakan Kursus Kardiovasculer di Ruang Majapahit Rumah Sakit Syaiful Anwar (RSSA) Malang pada Jum’at, 13 Mei 2011.
Malang Cardiovasculer Course 2011 (MaC-Vco 2011) digelar dengan tema “Vascular Critical Care : Anti thrombotic, Device and Stam Cell ” diprakarsai oleh Perhimpunan Patobiologi Indonesia cabang Malang (PPI), Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskuler Indonesia (PERKI) cabang Malang, Universitas Brawijaya dan Rumah Sakit Syaiful Anwar (RSSA) Malang.
Acara ini sendiri diharapkan dapat menambah wawasan praktisi bidang kardiovaskular tentang ilmu kedokteran kardiovaskuler, meningkatkan minat praktisi dalam bidang penelitian kardiovaskuler dan menjalin kerjasama dengan institusi kedokteran dari luar negeri menuju visi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya menjadi institusi kedokteran bertaraf Internasional.
Dalam acara ini dihadiri sekitar 250 peserta dari seluruh Indonesia yang meliputi Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, mahasiswa PPD S-1 Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah dan Perawat Kardiovaskuler. Dalam Kursus ini juga didemonstrasikan teknik bagaimana cara melakukan pemeriksaan fisik dan dopler vaskuler.
Pemateri dalam kursus ini adalah konsultan Kardiovaskuler yang ahli dibidangnya antara lain Dr. Ismoyosunu, SpJP, Dr. Suko Adiarto, SpJP. PhD, Dr. R.W.M Kaligis, SpJP, Dr. Iwan D., SpJP, dr. Hananto, SpJP, Prof. Dr. dr. Djanggan Sargowo, SpPD, SpJP.
Rangkaian acara ini merupakan langkah konkrit kerjasama Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang dengan Cardiology University Hospitals Leuven, Belgia dalam memajukan dunia pendidikan kedokteran baik secara klinis maupun biomolekuler. Dan untuk ke depan diharapkan ada kerjasama yang lebih erat lagi untuk peningkatan mutu pengajaran dan penelitian di Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya.
Lebih lanjut dikatakan salah satu pemateri Prof. Dr. dr. Djanggan Sargowo, SpPD, SPjP bahwa dengan kursus ini diharapkan aplikasi ilmu kedokteran tidak ketinggalan dengan negara lain dan sebagai wujud apresiasi kedoketeran untuk kemaslahatan masyarakat. Djanggan Sargowo juga menambahkan bahwa dengan stem cell (sel puncak/sel induk) dapat memangkas biaya pengobatan yang tinggi dan dapat mengurangi resiko kematian akibat penyakit yang berbahaya seperti kanker, jantung koroner dan diabetes.
Kepada wartawan Djanggan Sargowo juga menambahkan bahwa pengembangan profesi dokter sangat diperlukan untuk kemajuan kedokteran di lingkup Malang dan Indonesia. Malang sangat ideal dengan hawa yang sejuk untuk dilakukan penelitian dan riset. Dan diakhir wawancara Djanggan Sargowo berharap dengan pencegahan dan deteksi dini penyakit vaskuler sangat lebih baik dikarenakan biaya dan obat yang mahal. (heri)


















