berita2.com (Malang, Jawa Timur): Pelaksanaan Ujian Nasional untuk tingkat SMA/SMK dirasa masih kurang memuaskan. Banyak sorotan mengenai pelaksanaan UN SMA/SMK minggu kemarin. Dari adanya kebocoran soal sampai dengan kekurangan soal di beberapa daerah dan kualitas soal yang kurang bagus.
“Ada sekitar 40 sampai 50 laporan yang masuk ke Kementerian Pendidikan Nasional” kata Wakil Menteri Pendidikan Nasional Prof. Dr. Fasli Jalal, Phd di sela-sela pembukaan Pameran Nasional PTI di Politeknik Negeri Malang Sabtu, 23 April 2011. Kecurigaan mengenai kebocoran soal masih dilakukan investigasi dan butuh waktu 2 sampai 3 hari.
Disinggung mengenai kekurangan soal yang terjadi di Malang, Prof. Dr. Fasli Jalal, Phd mengatakan bahwa kesulitan yang berhubungan dengan percetakan masih sangat mendasar. Percetakan yang bisa menyelesaikan cetak soal pun masih dirasa kurang. Kementerian Pendidikan selalu memantau 24 jam selama proses mencetak soal.
Kejadian di Malang yang kekurangan soal UN SMP besok sangat disayangkan. Terlebih soal UN sampai difoto copy. Fasli Jalal pun berpendapat kalau kekurangan soal tidak terlalu banyak, mungkin bisa dengan cara di foto copy. Namun apabila sampai dengan jumlah banyak harus disiasati dengan cara yang lain.
Kekurangan soal ditenggarai ada kekeliruan memasukkan soal di amplop. Sedangkan ketika ditanya mengenai jeleknya kualitas cetak, Fasli Jalal berkelit dengan mengatakan bahwa percetakan kesulitan dengan kolase dan kekurangan tinta.
Ketika ditanya kalau soal ujian SMA/SMK tahun ini lebih mudah dari tahun kemarin, Fasli Jalal beralasan kalau soal UN tahun ini sudah sesuai dengan kisi-kisi. “ Tidak ada indikasi agar lulusan tahun ini agar lebih baik, sudah sesuai prosedur” tegas Fasli Jalal.
Wakil Menteri Pendidikan Nasional ini juga berharap agar dana BOS baik BOS nasional dan BOS daerah tidak dipersulit dan segera dicairkan. Tidak ada alasan biaya sekolah semakin tinggi. “Kemendiknas akan berusaha semaksimal mungkin memberikan bea siswa untuk siswa berprestasi baik SMA maupun SMK” kata Fasli Jalal diakhir wawancara.(heri)


















