beritajatim.com): Almirah Salva, umur 18 bulan, dibunuh Suyadi, ayah kadungnya, karena sang ayah menginginkan anak laki-laki.
Ibu Almirah, yakni Lusi Novita (29), mrnceritakan bahwa suaminya sangat ingin memiliki anak laki-laki. "Sejak dalam Almirah dalam kandungan, suami saya sangat ingin lahirnya laki-laki," kata Lusi, Jumat (15/4/2011).
Dipaparkannya, Suryadi sampai mengancam dirinya kalau sampai anak yang lahir nantinya perempuan. "Kalau kamu melahirkan anak perempuan, kamu akan kusiksa sampai kapanpun. Begitu dia mengancam saya," kenangnya.
Sejak saat itu, Lusi mengaku selalu khawatir. Takut kalau anak yang dikandung berjenis kelamin perempuan. Kekhawatiran itu menjadi kenyataan. Bayinya lahir perempuan. "Dia menepati janjinya. Saya sering dipukul. Kepada anaknya, dia juga tidak sayang. Dia memang sangat kecewa," tutur Lusi.
Akibat sering menganiaya, pihak keluarga Lusi sudah sempat turun tangan. Suryadi dinasehati dan diminta bikin surat perjanjian. Isinya tidak lagi menganiaya keluarganya, yakni anak dan istrinya.
Tetapi, surat itu tidak bermakna apapun. Suryadi masih kerap memukul istrinya dan mencubit anaknya. Demikian disrakna beritajatim.
Puncaknya hari Kamis kemarin. Sejak pagi, Suryadi sudah menganiaya Almirah. Suryadi mengikat tangan dan kaki Almirah. Mulut Almirah juga dibungkam. Sampai malam harinya, kondisi Almirah semakin mengenaskan. Almirah akhirnya meninggal dunia ketika hendak dibawa ke rumah sakit Puji Rahayu.